Selama Ramadan, listrik Indramayu aman
Sabtu, 21 Juli 2012 - 18:00 WIB
Selama Ramadan, listrik Indramayu aman
A
A
A
Sindonews.com - PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Indramayu memastikan kebutuhan listrik bagi pelanggan akan tercukupi pada bulan Ramadan hingga lebaran mendatang.
Manager PLN UPJ Indramayu, Tatang Sutardi mengatakan, meski diprediksi saat bulan Ramadan ada peningkatan daya listrik dari pelanggan, namun pasokan listrik tidak akan terganggu.
"Daya listrik yang kita miliki masih sangat memadai. Saat ramadhan, PLN UPJ Indramayu memprediksi, penggunaan konsumen tidak akan mengalami lonjakan penggunaan listrik yang signifikan,"ujar Tatang di Indramayu, Jawa barat, Sabtu (21/7/2012).
Dirinya mengungkapkan, pemakaian listrik pada Ramadan diprediksi hanya mengalami kenaikan 10-15 persen dari penggunaan listrik reguler. Kenaikan penggunaan listrik oleh pelanggan diprediksi akan terjadi pada pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB. Sedangkan penggunaan listrik oleh pelanggan setiap bulannya secara berkala berkisar antara 19 juta hingga 20 juta volt ampere. Berdasarkan kapasitas, PLN UPJ Indramayu memiliki total daya sebesar 60 mega watt.
Sebelumnya, PLN UPJ Indramayu juga telah menyiapkan empat trafo dengan kapasitas 250 kilo volt ampere (KVA). Empat trafo ini bertujuan untuk meningkatkan daya listrik di sejumlah gardu-gardu sentral yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu.
Menurut Tatang peningkatan kapasitas di gardu sisipan dengan menambah jumlah trafo, bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. "Penambahan trafo ini akan semakin mengurangi resiko pemadaman listrik secara bergilir," ucapnya.
Lanjut disampaikannya, trafo-trafo yang dimiliki ini akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang memiliki beban listrik yang cukup tinggi."Peningkatan kualitas pelayanan melalui penambahan daya juga menjadi prioritas kami," lengkap Tatang.
Sementara itu ketua lembaga advokasi konsumen Indramayu (Laki), Wawan Sugiarto meminta kepada PLN Indramayu memberikan kenyamanan bagi pelanggan saat Ramadan.
"PLN harus menjamin tidak adanya pemadaman listrik saat Ramadan terutama saat pelaksanaan ibadah Ramadan seperti shalat tarawih,"tutur Wawan.
Dia menambahkan, pelanggan atau konsumen diharapkan dapat lebih hemat dalam pemakaian listrik saat bulan ramadhan. "Meski dipastikan ada peningkatan penggunaan listrik, namun diharapkan beban listrik tidak terlalu besar," katanya.
Sementara itu, pengurus dewan kemakmuran musholla (DKM) Al-Arofah Kecamatan Indramayu, Athoillah mengatakan penggunaan listrik saat Ramadan dipastikan akan meningkat. Apalagi saat Ramadan, listrik banyak digunakan oleh jamaah musholla untuk keperluan tarawih hingga tadarus Alquran.
"Meski akan meningkat, namun kami tetap akan menghemat pemakaian sesuai dengan kebutuhan," tandasnya. (mai)
Manager PLN UPJ Indramayu, Tatang Sutardi mengatakan, meski diprediksi saat bulan Ramadan ada peningkatan daya listrik dari pelanggan, namun pasokan listrik tidak akan terganggu.
"Daya listrik yang kita miliki masih sangat memadai. Saat ramadhan, PLN UPJ Indramayu memprediksi, penggunaan konsumen tidak akan mengalami lonjakan penggunaan listrik yang signifikan,"ujar Tatang di Indramayu, Jawa barat, Sabtu (21/7/2012).
Dirinya mengungkapkan, pemakaian listrik pada Ramadan diprediksi hanya mengalami kenaikan 10-15 persen dari penggunaan listrik reguler. Kenaikan penggunaan listrik oleh pelanggan diprediksi akan terjadi pada pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB. Sedangkan penggunaan listrik oleh pelanggan setiap bulannya secara berkala berkisar antara 19 juta hingga 20 juta volt ampere. Berdasarkan kapasitas, PLN UPJ Indramayu memiliki total daya sebesar 60 mega watt.
Sebelumnya, PLN UPJ Indramayu juga telah menyiapkan empat trafo dengan kapasitas 250 kilo volt ampere (KVA). Empat trafo ini bertujuan untuk meningkatkan daya listrik di sejumlah gardu-gardu sentral yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu.
Menurut Tatang peningkatan kapasitas di gardu sisipan dengan menambah jumlah trafo, bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. "Penambahan trafo ini akan semakin mengurangi resiko pemadaman listrik secara bergilir," ucapnya.
Lanjut disampaikannya, trafo-trafo yang dimiliki ini akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang memiliki beban listrik yang cukup tinggi."Peningkatan kualitas pelayanan melalui penambahan daya juga menjadi prioritas kami," lengkap Tatang.
Sementara itu ketua lembaga advokasi konsumen Indramayu (Laki), Wawan Sugiarto meminta kepada PLN Indramayu memberikan kenyamanan bagi pelanggan saat Ramadan.
"PLN harus menjamin tidak adanya pemadaman listrik saat Ramadan terutama saat pelaksanaan ibadah Ramadan seperti shalat tarawih,"tutur Wawan.
Dia menambahkan, pelanggan atau konsumen diharapkan dapat lebih hemat dalam pemakaian listrik saat bulan ramadhan. "Meski dipastikan ada peningkatan penggunaan listrik, namun diharapkan beban listrik tidak terlalu besar," katanya.
Sementara itu, pengurus dewan kemakmuran musholla (DKM) Al-Arofah Kecamatan Indramayu, Athoillah mengatakan penggunaan listrik saat Ramadan dipastikan akan meningkat. Apalagi saat Ramadan, listrik banyak digunakan oleh jamaah musholla untuk keperluan tarawih hingga tadarus Alquran.
"Meski akan meningkat, namun kami tetap akan menghemat pemakaian sesuai dengan kebutuhan," tandasnya. (mai)
(and)
Lihat Juga :