Anggota DK OJK berpengalaman dengan krisis
Senin, 23 Juli 2012 - 12:02 WIB
Anggota DK OJK berpengalaman dengan krisis
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun beberapa kalangan ekonom menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun tak sedikit pula dari mereka yang menyatakan apresiasinya terhadap orang-orang yang terpilih karena dianggap kompeten dan berpengalaman.
Seperti yang dituturkan salah satu ekonom dari Bank Standard Chartered, Fauzi Ichsan kepada wartawan saat ditemui usai memberikan ucapan selamatnya kepada seluruh jajaran DK OJK dalam acara silaturahmi yang digelar di lobby Menara Radius Prawiro (Gedung A), Bank Indonesia, Senin, (23/7/2012).
"Saya tidak pernah setuju dibentuk OJK. Tapi kalau memang harus dibentuk karena Undang-Undang BI, Karena ada implikasi politik, maka setelah dibentuk, ya orang-orang yang pengalaman lah yang harusnya mengelolanya," terang Fauzi dalam kesempat tersebut.
Lebih lanjut dirinya berpendapat, individu-individu yang terpilih sebagai anggota DK-OJK saat ini, dianggapnya telah berpengalaman, karena pernah mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia di masa krisis beberapa tahun lalu.
"Ini orang yang berpengalaman dan yang penting sudah biasa menangani krisis. OJK ini kan lembaga yang beresiko, untuk memperkecil resiko tersebut harus dikelola dengan orang-orang berpengalaman," tuturnya.
Lagipula, tambahnya, individu-individu ini rata-rata sudah pernah menghadapi krisis 97-98, baik itu krisis moneter (krismon), krisis 2005, BBM, dan krisis global 2008 dan sekarang menghadapi krisis Euro. "Jadi memang pillihannya tepat, dan orang-orang yang kuat dalam menghadapi krisis," simpulnya.
Seperti yang dituturkan salah satu ekonom dari Bank Standard Chartered, Fauzi Ichsan kepada wartawan saat ditemui usai memberikan ucapan selamatnya kepada seluruh jajaran DK OJK dalam acara silaturahmi yang digelar di lobby Menara Radius Prawiro (Gedung A), Bank Indonesia, Senin, (23/7/2012).
"Saya tidak pernah setuju dibentuk OJK. Tapi kalau memang harus dibentuk karena Undang-Undang BI, Karena ada implikasi politik, maka setelah dibentuk, ya orang-orang yang pengalaman lah yang harusnya mengelolanya," terang Fauzi dalam kesempat tersebut.
Lebih lanjut dirinya berpendapat, individu-individu yang terpilih sebagai anggota DK-OJK saat ini, dianggapnya telah berpengalaman, karena pernah mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia di masa krisis beberapa tahun lalu.
"Ini orang yang berpengalaman dan yang penting sudah biasa menangani krisis. OJK ini kan lembaga yang beresiko, untuk memperkecil resiko tersebut harus dikelola dengan orang-orang berpengalaman," tuturnya.
Lagipula, tambahnya, individu-individu ini rata-rata sudah pernah menghadapi krisis 97-98, baik itu krisis moneter (krismon), krisis 2005, BBM, dan krisis global 2008 dan sekarang menghadapi krisis Euro. "Jadi memang pillihannya tepat, dan orang-orang yang kuat dalam menghadapi krisis," simpulnya.
(gpr)