Lahan terbatas, produksi kedelai mandek

Selasa, 24 Juli 2012 - 11:42 WIB
Lahan terbatas, produksi...
Lahan terbatas, produksi kedelai mandek
A A A
Sindonews.com - Menteri Pertanian Suswono mengakui kendala terbesar petani kedelai Indonesia dalam meningkatkan produksinya adalah perihal ketersediaan lahan yang masih sangat terbatas.

"Produksi (kedelai) kita baru bisa meng-cover 40 persen (kebutuhan kedelai nasional). Karena ini problem masalah lahan. Jadi diperlukan peningkatan lahan yang signifikan untuk meningkatkan produksi," terang Suswono saat ditemui wartawan di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Oleh karena itu, Suswono menyampaikan, untuk swasembada kedelai diperlukan adanya tambahan minimal 50 ribu Hektare (Ha). Lebih lanjut, saat ini diakui Suswono, pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan beberapa pihak seperti Perhutani dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna menyediakan lahan pertanian bagi petani kedelai.

"Kami berharap adanya inventarisasi lahan-lahan terlantar yang sekarang sudah ada dan kemarin kami baru bertemu dengan BPN yaitu untuk meredistribusi lahan-lahan terlantar tersebut. Setidak-tidaknya kalaupun memang pemiliknya tidak bisa melepaskan sepenuhnya, ya mungkin bisa dengan pola inti plasma," terangnya lagi.

Sementara, dirinya juga mengklaim adanya potensi lahan seluas kurang lebih 200 ribu Hektar lahan milik Perhutani yang mungkinkan untuk dilakukan teknik pertanian tumpang sari. "Kami bekerja sama dangan Perhutani agar bisa melakukan tumpang sari dengan pohon-pohon jati. Ini bisa dilakukan di beberapa tempat, potensinya cukup besar ada 200ribuan itu dimungkinkan untuk kita akses," tambahnya.

Dalam satu bulan ini, Suswono menargetkan didapat hasil konsensus dengan BPN untuk mengkaji hingga nanti diketahui yang mana yang bisa langsung distribusikan ke para petani. "Kalau itu bisa dilakukan cepat itu tentu akan lebih baik, karena ini musim kemarau, jadi cocok untuk menanam kedelai. Untuk perluasan penanaman tentu ditentukan dengan ketersediaan lahan," simpulnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
1 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
1 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
2 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Netanyahu Klaim Serangan...
Netanyahu Klaim Serangan Israel Melumpuhkan Produksi Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved