Jabodetabek 3 hari tanpa tahu tempe

Selasa, 24 Juli 2012 - 13:27 WIB
Jabodetabek 3 hari tanpa...
Jabodetabek 3 hari tanpa tahu tempe
A A A
Sindonews.com - Meski surat edaran himpunan pedagang tahu tempe di Jakarta mewajibkan mereka untuk mogok jualan mulai besok tanggal 25-27 Juli, namun para produsen tahu di Depok sudah berhenti memproduksi tahu mulai hari ini.

Aksi ini kompak dilakukan oleh para pedagang tahu tempe se-Jabodetabek. Itu berarti, mulai besok tak akan ada tahu dan tempe dijumpai di pasar.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan pada 19 Juli 2012, terdapat tiga butir kebijakan yakni permintaan mogok kepada para pedagang, desakan kepada pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai, serta ancaman penyitaan dagangan jika masih ditemukan pedagang tahu tempe yang berjualan.

Salah satu produsen tahu di Pancoran Mas, Depok, Siti Kulsum mengatakan harga kedelai saat ini terus melonjak selama dua bulan terakhir. Yakni dari harga Rp6 ribu per kilogram, kini menjadi Rp8 ribu per kilogram.

"Ini memberatkan para pedagang, jadi kami mogok produksi, semalam rapat di pasar Kemiri, kami kompak se Jabodetabek, dari hasil rapat kemarin, mulai tanggal 25-27 enggak produksi, untuk menyesuaikan harga kacang kedelai, tapi mulai hari ini kami sudah tak produksi," jelasnya kepada wartawan, Selasa (24/07/12).

Siti berencana akan menaikkan harga tahu per potong Rp50 untuk menyesuaikan ongkos produksi. Meski harga kedelai terus naik, ia memastikan tak akan mem-PHK karyawannya.

"Karyawan saya ada 10 pengrajin dan 6 penjual, bisa menyiasati dengan menaikkan harga tak sampai PHK, jadi tahu putih potong Rp2.500 menjadi Rp3.000 per 10 potong, begitu juga tahu cokelat," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
12 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved