Kenaikan harga kedelai disinyalir ulah spekulan

Selasa, 24 Juli 2012 - 16:30 WIB
Kenaikan harga kedelai...
Kenaikan harga kedelai disinyalir ulah spekulan
A A A
Sindonews.com - Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rizal Edy Halim menduga adanya permainan spekulan yang ikut bermain dalam kenaikan harga kedelai saat ini.

Kondisi yang terjadi di Amerika Serikat (AS), kata dia, dipakai sebagai bentuk pembenaran untuk menaikkan harga kedelai. Padahal apa yg dilakukan sebenarnya merugikan banyak orang, hal tersebut, lanjutnya, menjadi penyakit setiap saat.

"Spekulasi telah menjadi pilihan bisnis, kemungkinan besar ada oknum yang memanfaatkan kondisi yang terjadi di Amerika Serikat," kata Rizal kepada wartawan, Selasa (24/07/12).

Untuk itu ia berharap pemerintah perlu memberi sanksi yang tegas bagi aksi-aksi spekulasi seperti
ini. Ia menjelaskan, kondisi di lapangan pasca turunnya pemerintah ke pasar-pasar ditemukan bahwa cadangan dan persediaan stok kedelai masih cukup tersedia.

“Khusus untuk kedelai yang selama ini diimpor sejak 1982 dengan kebutuhan 2,5 juta ton per tahun, dimana 80 persen dipenuhi dengan impor karena kapasitas produksi dalam negeri terbatas,” tegasnya.

Kedelai ini, sambungnya, sebagian besar dari AS, sementara harga kemoditas kedelai pada bursa berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) Amerika ditutup menguat mencapai posisi tertinggi selama 6 bulan terakhir. Kenaikan tersebut katanya disebabkan oleh cuaca kering berkepanjangan yang mengganggu produksi kedelai dan mengkhawatirkan berkurangnya pasokan kedelai ke pasar.

“Dalam beberapa hari hujan sempat turun di beberapa bagian negara AS, Namun pusat prakiraan cuaca AS masih memprediksi kekeringan masih berlangsung hingga Oktober 2012,” ungkapnya.

Kekeringan tidak hanya mengangkat harga kedelai di bursa setempat, tetapi juga beberapa komoditas lainnya seperti jagung dan gandum. "Indonesia memang terkena imbas akibat dinamika harga ini karena memang untuk kedelai selama ini kita selalu impor dan sebagian besar dari AS," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
12 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved