Bursa bergejolak, 4 perusahaan tetap ajukan IPO
Rabu, 25 Juli 2012 - 11:11 WIB
Bursa bergejolak, 4 perusahaan tetap ajukan IPO
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak tiga hingga empat perusahaan telah mengajukan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
”Meski kondisi global masih bergejolak, beberapa perusahaan sudah ada yang mengajukan untuk melakukan IPO,”ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta,kemarin. Dia menambahkan, perusahaan yang telah memasukkan dokumen pengajuan IPO itu diantaranya berasal dari sektor transportasi dan perkebunan. Perusahaan-perusahaan itu menggunakan buku laporan April,sehingga memiliki waktu efektif pada Oktober 2012.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri telah menerima laporan dokumen penawaran saham perdana PT Citra Borneo Indah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit terpadu.”Citra Borneo akan mempergunakan laporan keuangan April. Perusahaan tersebut kemungkinan listing pada September dan Oktober 2012,” ujarnya. Adapun dua perusahaan lagi yang telah menyatakan minatnya untuk segera menjadi perusahaan terbuka.
Yakni PT Provident Agro yang bergerak pada sektor perkebunan kelapa sawit.Serta PT Pelayaran Nelly Dwi Putri yang bergerak pada pelayaran. Seperti halnya PT Citra Borneo Indah,diperkirakan kedua perusahaan tersebut akan resmi menjadi perusahaan terbuka pada September dan Oktober. Rencananya, PT Citra Borneo Indah akan melepas 20% saham melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada September 2012.
Dana yan dibidik lebih dari Rp1 triliun dan telah menunjuk beberapa penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriter) yaitu Mandiri Sekuritas, Citigroup, Morgan Stanley,dan BNP Paribas. Ito menambahkan,pihak BEI tengah berusaha mengaktifkan saham-saham yang masuk dalam kategori ”saham tidur”atau tidak likuid diperdagangkan di pasar agar lebih aktif.”Di setiap pasar modal, saham tidur itu selalu ada,yang bisa dilakukan bursa mendorong agar lebih aktif, hal itu agar pasar modal tetap stabil,”kata dia.
Menurutnya, dari hasil riset yang dilakukan bursa, saham tidur di BEI diperkirakan mencapai 100 perusahaan. Meski demikian, jumlah itu cenderung turun dibanding tahun sebelumnya. Saat ini pihak bursa juga tengah memberikan workshop kepada emiten agar saham di pasar lebih likuid. ”Bursa juga telah mengumpulkan saham-saham yang tidur, kemudian bursa meminta perusahaan untuk floating shares (meningkatkan porsi saham beredar),”ucap dia.
Menurut dia, dengan bertambahnya jumlah saham yang beredar di pasar maka dapat meningkatkan likuiditas sahamnya,namun hal itu juga diiringi dengan aksi korporasi perusahaan dan kinerja keuangan yang positif. ”Saham tidur ada di semua sektor.Awalnya, saham tidur itu dipicu dari krisis moneter di dalam negeri yang sempat terjadi, sehingga membuat beberapa perusahaan merugi dan membuat sahamnya tidak likuid,”kata dia.
Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isaka Yoga mengatakan, cukup banyak perusahaan yang tertarik melakukan IPO. Apalagi, dengan IPO, perusahaan akan mendapatkan dana segar murah. Dananya bisa dipergunakan untuk ekspansi usaha atau lainnya.
”Meski kondisi global masih bergejolak, beberapa perusahaan sudah ada yang mengajukan untuk melakukan IPO,”ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta,kemarin. Dia menambahkan, perusahaan yang telah memasukkan dokumen pengajuan IPO itu diantaranya berasal dari sektor transportasi dan perkebunan. Perusahaan-perusahaan itu menggunakan buku laporan April,sehingga memiliki waktu efektif pada Oktober 2012.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri telah menerima laporan dokumen penawaran saham perdana PT Citra Borneo Indah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit terpadu.”Citra Borneo akan mempergunakan laporan keuangan April. Perusahaan tersebut kemungkinan listing pada September dan Oktober 2012,” ujarnya. Adapun dua perusahaan lagi yang telah menyatakan minatnya untuk segera menjadi perusahaan terbuka.
Yakni PT Provident Agro yang bergerak pada sektor perkebunan kelapa sawit.Serta PT Pelayaran Nelly Dwi Putri yang bergerak pada pelayaran. Seperti halnya PT Citra Borneo Indah,diperkirakan kedua perusahaan tersebut akan resmi menjadi perusahaan terbuka pada September dan Oktober. Rencananya, PT Citra Borneo Indah akan melepas 20% saham melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada September 2012.
Dana yan dibidik lebih dari Rp1 triliun dan telah menunjuk beberapa penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriter) yaitu Mandiri Sekuritas, Citigroup, Morgan Stanley,dan BNP Paribas. Ito menambahkan,pihak BEI tengah berusaha mengaktifkan saham-saham yang masuk dalam kategori ”saham tidur”atau tidak likuid diperdagangkan di pasar agar lebih aktif.”Di setiap pasar modal, saham tidur itu selalu ada,yang bisa dilakukan bursa mendorong agar lebih aktif, hal itu agar pasar modal tetap stabil,”kata dia.
Menurutnya, dari hasil riset yang dilakukan bursa, saham tidur di BEI diperkirakan mencapai 100 perusahaan. Meski demikian, jumlah itu cenderung turun dibanding tahun sebelumnya. Saat ini pihak bursa juga tengah memberikan workshop kepada emiten agar saham di pasar lebih likuid. ”Bursa juga telah mengumpulkan saham-saham yang tidur, kemudian bursa meminta perusahaan untuk floating shares (meningkatkan porsi saham beredar),”ucap dia.
Menurut dia, dengan bertambahnya jumlah saham yang beredar di pasar maka dapat meningkatkan likuiditas sahamnya,namun hal itu juga diiringi dengan aksi korporasi perusahaan dan kinerja keuangan yang positif. ”Saham tidur ada di semua sektor.Awalnya, saham tidur itu dipicu dari krisis moneter di dalam negeri yang sempat terjadi, sehingga membuat beberapa perusahaan merugi dan membuat sahamnya tidak likuid,”kata dia.
Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isaka Yoga mengatakan, cukup banyak perusahaan yang tertarik melakukan IPO. Apalagi, dengan IPO, perusahaan akan mendapatkan dana segar murah. Dananya bisa dipergunakan untuk ekspansi usaha atau lainnya.
(and)
Lihat Juga :