Menko Kesra sidak pabrik tahu, pedagang ribut
Kamis, 26 Juli 2012 - 12:18 WIB
Menko Kesra sidak pabrik tahu, pedagang ribut
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono ke salah satu pembuatan tempe dan tahu di Kota Bogor diwarnai keributan pedagang. Keributan terjadi setelah Menko Kesra meninggalkan tempat. Salah satu pedagang yang mengaku sebagai pengacara hendak mengambil tempe dan tahu hasil sitaan perajin saat sweeping.
Ratusan perajin tempe bersitegang dengan salah satu yang mengaku dari pengacara pengusaha tempe dan tahu. Orang yang mengaku pengacara pemilik tahu berusaha untuk mengambil sitaan tempe dan tahu hasil sweeping para pedagang kemarin malam, namun mendapat penolakan dari para pengrajin. Akibatnya para perajin dan pedagang tidak terima hingga ketegangan terjadi dan adu mulut.
Ketegangan berhasil diatasi setelah petugas dan pengrajin lainnya berusaha untuk menenangkan dan menyuruh pengacara meninggalkan lokasi.
Para pengrajin mengaku seharusnya pengrajin lain mendukung aksi mogok kerja sebagai protes menolak kenaikan harga kedelai. "Seharusnya semua pengrajin mendukung aksi mogok ini sebagai bentuk protes," ujar salah seorang pedagang, Rahmat, Kamis (26/7/2012).
Keributan tersebut terjadi sesaat setelah Menko Kesra Agung Laksono meninggalkan lokasi keributan. Kedatangan Menko Kesra ke pabrik tempe dan tahu tersebut untuk meninjau dampak dari kenaikan harga kedelai.
Dalam pertemuannya, Menko Kesra berjanji akan membebaskan bea impor kedelai dan bisa menurunkan harga kedelai. Sebagai fasilitasi para pengrajin supaya impor sendiri dan Bulog harus kembali mengurusi kedelai.
Ratusan perajin tempe bersitegang dengan salah satu yang mengaku dari pengacara pengusaha tempe dan tahu. Orang yang mengaku pengacara pemilik tahu berusaha untuk mengambil sitaan tempe dan tahu hasil sweeping para pedagang kemarin malam, namun mendapat penolakan dari para pengrajin. Akibatnya para perajin dan pedagang tidak terima hingga ketegangan terjadi dan adu mulut.
Ketegangan berhasil diatasi setelah petugas dan pengrajin lainnya berusaha untuk menenangkan dan menyuruh pengacara meninggalkan lokasi.
Para pengrajin mengaku seharusnya pengrajin lain mendukung aksi mogok kerja sebagai protes menolak kenaikan harga kedelai. "Seharusnya semua pengrajin mendukung aksi mogok ini sebagai bentuk protes," ujar salah seorang pedagang, Rahmat, Kamis (26/7/2012).
Keributan tersebut terjadi sesaat setelah Menko Kesra Agung Laksono meninggalkan lokasi keributan. Kedatangan Menko Kesra ke pabrik tempe dan tahu tersebut untuk meninjau dampak dari kenaikan harga kedelai.
Dalam pertemuannya, Menko Kesra berjanji akan membebaskan bea impor kedelai dan bisa menurunkan harga kedelai. Sebagai fasilitasi para pengrajin supaya impor sendiri dan Bulog harus kembali mengurusi kedelai.
(and)
Lihat Juga :