Usai mogok, pedagang tahu-tempe naikkan harga
Jum'at, 27 Juli 2012 - 13:34 WIB
Usai mogok, pedagang tahu-tempe naikkan harga
A
A
A
Sindonews.com - Meski para pedagang tahu dan tempe akan kembali berjualan besok, namun para konsumen khususnya ibu rumah tangga diminta untuk tidak terkejut dengan harga yang lebih mahal. Pasalnya, para pedagang tahu dan tempe di Depok akan menaikkan harga.
Salah satunya terjadi pada harga tahu coklat dan tahu putih potong di tingkat produsen. Dari harga Rp2.500 per 10 potong, besok harganya naik menjadi Rp3 ribu per 10 potong. Sementara untuk harga tahu China sudah naik sebelum mogok yakni dari Rp2 ribu menjadi Rp3 ribu per potong di tingkat pedagang sayur keliling.
Salah satu produsen tahu di Kampung Poncol, Pancoran Mas, Depok, Andrianto mengatakan, kenaikan harga akan sangat tergantung pada harga kacang kedelai. Untuk itu, pihaknya mengurangi jumlah produksi agar tetap laku di pasaran.
“Kami naikkan Rp50 per potong, jadi Rp300, dari Rp 250. Kalau saat ini bisa kekejar untuk untung, tapi kalau harga kacang kedelai naik lagi enggak jamin juga, tergantung naiknya harga kacang sampai berapa. Kemarin kan harganya naik bertahap terus–terusan sampai Rp8 ribu per kilogram makanya kita mogok,” paparnya kepada wartawan, Jumat (27/07/12).
Ia mengurangi produksi dari 4 kuintal kacang kedelai menjadi 3,5 kuintal untuk produksi pertama. Hal itu untuk mencegah keluhan konsumen soal kenaikan harga yang dapat mengakibatkan barang dagangannya tak laku.
“Kita jualnya juga bingung, produksi berkurang dari 4 kuintal jadi 3,5 kuintal. Pasti pembeli berkurang. Pendapatan berkurang, tapi kalau tahu tidak kami tipisin atau diperkecil, sama saja ukurannya,” tegasnya.
Andrianto menuturkan, alasan para pedagang menggunakan kedelai impor adalah karena memang kualitasnya bagus untuk membuat tahu dan tempe menjadi lebih mengembang. Karena itu, selama ini ia bergantung pada kedelai impor.
“Sama impor semua, tapi kualitasnya bagus. Masalah rasa sih enggak beda, tapi kalau dibanding kedelai lokal juga bagusan impor, lokal enggak mengembang,” tuturnya.
Salah satunya terjadi pada harga tahu coklat dan tahu putih potong di tingkat produsen. Dari harga Rp2.500 per 10 potong, besok harganya naik menjadi Rp3 ribu per 10 potong. Sementara untuk harga tahu China sudah naik sebelum mogok yakni dari Rp2 ribu menjadi Rp3 ribu per potong di tingkat pedagang sayur keliling.
Salah satu produsen tahu di Kampung Poncol, Pancoran Mas, Depok, Andrianto mengatakan, kenaikan harga akan sangat tergantung pada harga kacang kedelai. Untuk itu, pihaknya mengurangi jumlah produksi agar tetap laku di pasaran.
“Kami naikkan Rp50 per potong, jadi Rp300, dari Rp 250. Kalau saat ini bisa kekejar untuk untung, tapi kalau harga kacang kedelai naik lagi enggak jamin juga, tergantung naiknya harga kacang sampai berapa. Kemarin kan harganya naik bertahap terus–terusan sampai Rp8 ribu per kilogram makanya kita mogok,” paparnya kepada wartawan, Jumat (27/07/12).
Ia mengurangi produksi dari 4 kuintal kacang kedelai menjadi 3,5 kuintal untuk produksi pertama. Hal itu untuk mencegah keluhan konsumen soal kenaikan harga yang dapat mengakibatkan barang dagangannya tak laku.
“Kita jualnya juga bingung, produksi berkurang dari 4 kuintal jadi 3,5 kuintal. Pasti pembeli berkurang. Pendapatan berkurang, tapi kalau tahu tidak kami tipisin atau diperkecil, sama saja ukurannya,” tegasnya.
Andrianto menuturkan, alasan para pedagang menggunakan kedelai impor adalah karena memang kualitasnya bagus untuk membuat tahu dan tempe menjadi lebih mengembang. Karena itu, selama ini ia bergantung pada kedelai impor.
“Sama impor semua, tapi kualitasnya bagus. Masalah rasa sih enggak beda, tapi kalau dibanding kedelai lokal juga bagusan impor, lokal enggak mengembang,” tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :