Tak tegas, pemerintah dipermainkan perusahaan asing

Sabtu, 28 Juli 2012 - 20:04 WIB
Tak tegas, pemerintah...
Tak tegas, pemerintah dipermainkan perusahaan asing
A A A
Sindonews.com - Tidak tegasnya sikap pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertambangan, mengakibatkan sejumlah perusahaan asing mulai bermain-main dalam renegosiasi kontrak karyanya dengan pemerintah.

Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani mengatakan, mandeknya renegosiasi kontrak karya PT Freeport dengan Pemerintah Indonesia menunjukkan tidak adanya niat baik dari Freeport. Pemerintah pun terkesan tidak mampu berbuat banyak terhadap perusahaan asing itu.

"Saat ini Pemerintah Indonesia mengajukan enam butir Renegosiasi terkait luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara atau royalti, kewajiban pengolahan dan pemurnian, kewajiban divestasi, dan kewajiban penggunaan barang atau jasa pertambangan dalam negeri. Tapi saat ini hanya butir kenaikan royalti emas dari 1 persen menjadi 3,75 persen dari harga jual per ton yang disetujui oleh PT Freeport," katanya melalui siaran persnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Dia mengatakan, upaya renegosiasi itu seharusnya dimanfaatkan pemerintah untuk mereposisi sektor energi. Pasalnya, sektor energi di Indonesia masih belum dikelola secara jelas. "Pemerintah terkesan setengah-setengah menanam keseriusan untuk membawa sektor energi sebagai sektor yang seharusnya diprioritaskan," ujarnya.

Padahal menurutnya, jika pemerintah gagal menciptakan kondisi ketahanan energi di dalam negeri akan berdampak pada terganggunya sektor lain, dan proses pembangunan yang sedang berlangsung.

"Tidak hanya persoalan kelangkaan energi, pemerintah saat ini juga belum mampu menjalankan amanah Pasal 33 Ayat (2) UUD 1945, yang mengamanatkan peran pemerintah sebagai penanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang ada di seluruh Indonesia," tukasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
4 menit yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
21 menit yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
1 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
3 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
4 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved