Remitansi TKI diperkirakan tembus Rp65 T

Minggu, 29 Juli 2012 - 19:58 WIB
Remitansi TKI diperkirakan...
Remitansi TKI diperkirakan tembus Rp65 T
A A A
Sindonews.com - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyatakan transaksi pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia (remitansi) yang dilakukan oleh Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri diperkirakan mencapai Rp65 triliun pada tahun 2012 ini.

Kecenderungan naiknya remitansi ini semakin terlihat terutama pada Ramadan dan menjelang Lebaran nanti. Indikasi meningkatnya remitansi bisa dilihat dari tingginya transfer uang dari luar negeri ke daerah-daerah asal TKI.

“Biasanya setiap bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, remitansi dari TKI bakal meningkat tajam. Kenaikannya bisa mencapai 30 persen dibandingan bulan-bulan biasa,“ kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar sesaat sebelum acara buka bersama dengan TKI di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Sahara Lestari di Condet Jakarta, Minggu (29/7/2012).

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) transaksi remitansi nonbank, bisa tembus Rp15 triliun tahun 2012, sementara yang melalui perbankan Rp50 triliun. Itu berarti remitansi dari para TKI yang bekerja di luar negeri bisa mencapai Rp65 triliun pada akhir tahun 2012.

"Ini saja data pengiriman yang dilakukan melalui jasa perbankan dan lembaga keuangan non bank. Masih banyak TKI yang dalam pengiriman uangnya menggunakan cara lain seperti titip dengan TKI yang pulang kampung," tambah Muhaimin,

Aliran dana TKI yang masuk ke dalam negeri setiap bulannya terhitung tinggi. Bahkan untuk bulan puasa dan lebaran, biasanya TKI mengirim uang ke tempat asal dalam jumlah yang sangat besar, Namun, Muhaimin Iskandar menghimbau agar para TKI maupun keluarganya dapat memanfaatkan uang hasil jerih payah dengan hal-hal produktif. Muhaimin menyayangkan jika dana tersebut hanya digunakan untuk keperluan yang tidak bisa dianggap penting dan mendesak.

“Gunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan, hindari belanja konsumtif berlebihan. Lebih baik pergunakan uang hasil bekerja di luar negeri untuk modal kegiatan–kegiatan produktif dan wirausaha,"harapnya.

Menurutnya, dana TKI adalah dana segar yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat desa melalui kegiatan produktif. "Penggunaan yang bersifat konsumtif hanya akan menggerakkan ekonomi sesaat, berbeda jika diinvestasikan dalam bentuk kegiatan usaha yang bisa menyerap tenaga kerja baik di sektor pertanian, perkebunan maupun perdagangan," ujar Muhaimin

Kebiasaan lama yang banyak terjadi di daerah-daerah kantung pengirim TKI, dana remitansi itu lebih banyak digunakan untuk membeli motor baru dan alat-alat elektronik atau memperbaiki rumah tinggal mereka.Kemnakertrans telah melakukan pembinaan khusus di basis rekrut TKI atau yang dikenal sebagai daerah kantong TKI.

Pemberdayaan masyarakat di kantong TKI dilakukan melalui penguatan berbagai kegiatan dan program-program yang mendekatkan pada potensi daerah asal TKI.Di antaranya wirausaha baru, teknologi tepat guna, padat karya produktif, desa produktif, mobil terampil, rumah terampil, program link and match dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Peningkatan peran perbankan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI. dan pelayanan remitansi.

Dikatakan Muhaimin, saat ini pemerintah telah dan terus berusaha melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan perlindungan pekerja Indonesia di luar negeri baik secara kebijakan maupun teknis pelaksanaannya.

Salah satunya adalah melakukan pengetatan proses keberangkatan dan penempatan TKI di luar negeri. Sehingga diharapkan kedepan tidak ada lagi TKI yang berangkat secara non prosedural. Dengan berangkat secara prosedural, maka pekerja Indonesia di luar negeri akan mendapat perlindungan yang cukup memadai.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK Ungkap Hasil Pemeriksaan...
KPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Cak Imin di Kasus Dugaan Korupsi Proteksi TKI 2012
Gelar Lebaran Festive,...
Gelar Lebaran Festive, Gading Festival Ajak Masyarakat Bahagia di Hari Raya
Quality Time Lebaran...
Quality Time Lebaran di Tengah Pembatasan Sosial Akibat Covid-19
Belanja Kebutuhan Lebaran...
Belanja Kebutuhan Lebaran Tetap Tinggi, Capai 63,8%
Lebaran di Tengah Pandemi,...
Lebaran di Tengah Pandemi, Apakah Dianjurkan Berjabat Tangan?
Strategi Perusahaan...
Strategi Perusahaan Jasa Remitansi Perluas Ekspansi Bisnis
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
30 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved