Asian Agri dan petani genjot produktivitas sawit
Senin, 30 Juli 2012 - 09:40 WIB
Asian Agri dan petani genjot produktivitas sawit
A
A
A
Sindonews.com - Guna meningkatkan produksi kelapa sawit, Asian Agri fokus membina dan bekerja sama dengan petani. Dari 160.000 hektare (ha) kebun sawit yang dikelola Asian Agri, 60.000 ha merupakan kebun yang dikelola bekerja sama dengan petani.
Direktur Asian Agri Semion Tarigan mengatakan, petani sawit swadaya hingga kini masih diliputi berbagai masalah, seperti produktivitas tanaman yang masih rendah, mutu tandan buah segar (TBS) yang kurang bagus, serta infrastruktur jalan dari kebun ke tempat penjualan atau pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak memadai sehingga membuat biaya transportasi menjadi mahal.
Asian Agri sulit mengembangkan tanaman sawitnya lagi karena keterbatasan lahan. “Agar sama-sama berproduksi dengan baik di tengah bisnis sawit yang menjanjikan sekarang ini, maka Asian Agri merasa bahwa kerja sama antara perusahaan dengan petani swadaya perlu dilakukan di luar kemitraan dengan plasma dan KKPA (Kredit Koperasi Primer Untuk Anggota) yang terus dilanjutkan,” ujarnya baru-baru ini.
Head Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Asian Agri Rafmen menambahkan, tantangan besar di depan mata untuk membantu kesiapan petani plasma menghadapi masa replanting tanaman sawit.
Hingga tahun ini ada sekitar 5.000 ha kebun sawit plasma di grup usaha Asian Agri,yakni di PT Inti Indosawit Subur, Ukui dan Buatan Riau yang sudah mulai memasuki masa replanting karena berusia 24 dan 25 tahun.
Direktur Asian Agri Semion Tarigan mengatakan, petani sawit swadaya hingga kini masih diliputi berbagai masalah, seperti produktivitas tanaman yang masih rendah, mutu tandan buah segar (TBS) yang kurang bagus, serta infrastruktur jalan dari kebun ke tempat penjualan atau pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak memadai sehingga membuat biaya transportasi menjadi mahal.
Asian Agri sulit mengembangkan tanaman sawitnya lagi karena keterbatasan lahan. “Agar sama-sama berproduksi dengan baik di tengah bisnis sawit yang menjanjikan sekarang ini, maka Asian Agri merasa bahwa kerja sama antara perusahaan dengan petani swadaya perlu dilakukan di luar kemitraan dengan plasma dan KKPA (Kredit Koperasi Primer Untuk Anggota) yang terus dilanjutkan,” ujarnya baru-baru ini.
Head Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Asian Agri Rafmen menambahkan, tantangan besar di depan mata untuk membantu kesiapan petani plasma menghadapi masa replanting tanaman sawit.
Hingga tahun ini ada sekitar 5.000 ha kebun sawit plasma di grup usaha Asian Agri,yakni di PT Inti Indosawit Subur, Ukui dan Buatan Riau yang sudah mulai memasuki masa replanting karena berusia 24 dan 25 tahun.
(gpr)
Lihat Juga :