Susul Libor, HSBC dalam penyelidikan AS

Senin, 30 Juli 2012 - 13:59 WIB
Susul Libor, HSBC dalam...
Susul Libor, HSBC dalam penyelidikan AS
A A A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan HSBC akan mendapat denda yang besar atas tindakannya yang melonggarkan sistem kontrol terhadap anti pencucian uang.

Pemerintah AS juga akan melakukan penyelidikan lebih mendalam atas pengelapan keuntungan selama setengah tahun dengan cara manipulasi tingkat suku bunga.

Salah satu bank terbesar di Eropa ini diminta untuk menjelaskan dari mana asal keutungan dana sebesar USD12 miliar yang mereka dapatkan sebelum penghitungan pajak tahunan. Dana tersebut membuat HSBC disebut sebagai kreditur paling menguntungkan di dunia.

Sementara itu, Chief Executive HSBC Stuart Gulliver kini sedang diselidiki lebih lanjut terkait biaya pemangkasan, melakukan penyusutan atas bisnis yang tidak menguntungkan, dan menyutradarai percepatan pertumbuhan investasi di pasar asia.

Namun terkuaknya skandal suku bunga Libor oleh Bank Barclays sebulan lalu di Inggris diperkirakan masih lebih menghawatirkan dari pada skandal penggelapan yang dilakukan oleh HSBC. Bank Inggris tersebut telah dijatuhi denda sebesar USD453 juta atas manipulasi Libor dan pengaturan lusinan bank lain di seluruh dunia.

Sementara itu seorang analis ekonomi di Espirito Santo, Andrew Lim berharap agar para investor tetap fokus melakukan pemantauan kegiatan pencucian uang dan litigasi Libor.

Penyidikan atas Bank HSBC dimulai sejak senat AS pada awal bulan ini menguak pengalihan dana para kliennya dari negara berbahaya dan juga dirahasiakan. Lim mengatakan jika terbukti melakukan penggelapan, HSBC akan didenda sebanyak USD1 miliar.

HSBC diperkirakan harus menyisihkan ratusan juta dolar dana keuangan mereka untuk menutupi biaya pencucian uang dan juga dua kesalahan penjualan produk asurasi di Inggris.

HSBC diminta harus mampu menunjukan penurunan pendapatan investasi setelah mengalami penguatan pada kuartal pertama perbankan, sementara tren yang terlihat di antara bank-bank AS dan Eropa.

Sementara itu, Lim memprediksi tingkat pendapatan investasi HSBC pada kuartal pertama akan turun sebanyak 20 persen dan turun sepertiga dari pendapatan mereka.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DART, Solusi Rekonsiliasi...
DART, Solusi Rekonsiliasi Piutang secara Digital dan Otomatis
Green Loan Dukung Ekonomi...
Green Loan Dukung Ekonomi Sirkular untuk Pelestarian Lingkungan
Wealth Management Dorong...
Wealth Management Dorong Kinerja Bank HSBC, Dana Kelolaan Tumbuh 11,4%
HSBC Indonesia Hadirkan...
HSBC Indonesia Hadirkan Perjalanan Sejarah 140 tahun di Indonesia dalam Bentuk Karya Seni Mural
Tingkatkan Layanan,...
Tingkatkan Layanan, HSBC Optimalisasi Platform Digital
Sektor Teknologi Bikin...
Sektor Teknologi Bikin Pasar Saham Kian Menarik Jadi Sarana Investasi
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
19 menit yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
27 menit yang lalu
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
56 menit yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
9 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
9 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved