Hipmi: Impor kedelai rugikan petani

Senin, 30 Juli 2012 - 18:10 WIB
Hipmi: Impor kedelai...
Hipmi: Impor kedelai rugikan petani
A A A
Sindonews.com – Krisis kelangkaan tahu dan tempe beberapa waktu lalu adalah akibat ketergantungan pada kedelai impor. Kenaikan harga kedelai membuat para produsen tahu dan tempe dalam negeri mogok produksi.

Terlebih lagi dengan dicabutnya bea masuk impor untuk kedelai yang justru merugikan petani. Hal itu diungkapkan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok Mustofa Budi Cahyo.

“Sebenarnya sejak zaman Soekarno itu kita sudah dibilang sebagai bangsa tempe. Karena, hidup dan menggunakan bahan pokoknya dari tempe. Dari situ ada arah untuk swasembada kedelai. Tapi, dengan adanya impor kedelai petani rugi dan importir saja yang untung,” terangnya kepada wartawan, Senin (30/7/2012).

Mustofa mengungkapkan, secara potensi dan kelembagaan sebenarnya negara mampu dalam mengatasi kekurangan permintaan kedelai. Hanya saja, saat ini petani lokal masih lemah dalam bidang SDM dan pengelolaan.

Maka, saat impor kedelai jadi kebutuhan para petani terkena imbas carut marut harga kedelai. “Memang secara bisnis, importir yang diuntungkan. Tapi, petani yang dijadikan korban. Sebenarnya, jika mendapatkan perhatian khusus seperti pengelolaan dan manajemen baik bisa mencukupi kebutuhan. Apalagi, masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk petani kedelai,” paparnya.

Menurutnya, jika pengrajin tahu dan tempe lebih memilih kedelai impor bisa dimaklumi. Pasalnya, dari sisi kualitas lebih baik dari hasil lokal. Dia menilai, kedelai impor sudah berdasarkan pengelolaan, SDM dan menggunakan teknologi yang serba canggih. Sementara, dari produk kedelai lokal banyak dihasilkan dengan cara konvensional atau tradisional.

Untuk itu, pihaknya meminta agar petani mendapatkan perlindungan dan pembinaan agar tidak menjadi korban importir. “Mohon maaf, kalau dari sisi kualitas kedelai impor lebih unggul. Ini semua terkait mata rantai sistem pengelolaan dan SDM yang baik. Dengan hasil seperti itu, maka tidak heran jika banyak yang lebih memilihnya. Kondisi ini juga harus menjadi PR bagi pemerintah,” tuturnya.

Mustofa menjelaskan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 produksi kedelai lokal hanya sebesar 851.286 ton atau 29 persen dari total kebutuhan. Sehingga Indonesia harus impor kedelai sebanyak 2.087.986 ton untuk memenuhi 71 persen kebutuhan kedelai dalam negeri.

Menurutnya, kebutuhan kedelai selalu naik. Yaitu tahun 2012 diperkirakan sebesar 2,2 juta ton dan dibandingkan kebutuhan tahun 2011 sebesar 2,16 juta ton. “Suplai yang kita miliki sangat kurang. Jadi, ke depannya perlu pengembangan lebih lanjut agar bisa memenuhi kebutuhan pasar,” tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
59 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
KPK Temukan Fraud Layanan...
KPK Temukan Fraud Layanan Kesehatan, Rugikan Negara Rp34 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved