Data dan event penting tentukan instrumen pasar
Selasa, 31 Juli 2012 - 06:30 WIB
Data dan event penting tentukan instrumen pasar
A
A
A
Sindonews.com - Pekan lalu, dollar AS melemah terhadap mata uang utama dunia yang menandakan kepercayaan pelaku pasar terhadap resiko mulai meninggi. Aksi ini tidak terlepas dari pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh para pejabat bank sentral dan pemerintahan Eropa yang akan melakukan segala tindakan untuk menjamin keberadaan euro.
Pekan ini banyak data dan event penting yang ditunggu oleh pelaku pasar yang akan memberikan arah bagi pergerakan instrumen pasar keuangan selanjutnya. Pengumuman kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat pada Kamis dini hari akan menjawab ekspektasi pasar terhadap kebijakan pelonggaran kuantitatif 3 (QE3).
Namun sebagian analis berpendapat bahwa QE3 tidak akan dirilis pada rapat FOMC kali ini dan mungkin paling cepat setelah September tahun ini. Bila ekspektasi QE3 kandas, dolar AS akan kembali menguat.
Namun pada Kamis malam sudah menanti pengumuman kebijakan dari bank sentral Inggris dan Eropa. Data-data ekonomi Ingggris yang memburuk tentunya akan menggugah bank sentral untuk melonggarkan kebijakannya.
Namun perkiraan dari sebagian analis, tidak akan ada perubahan kebijakan pada pertemuan kali ini. Sementara bank sentral Eropa diharapkan akan berbuat lebih untuk membantu kondisi zona euro. Para analis memprediksi tidak akan ada penurunan suku bunga namun mengharapkan ECB akan menggelontorkan kebijakan pinjaman lunak dan pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.
Non-farm Payroll (NFP), data tenaga kerja AS yang juga ditunggu pasar, akan dirilis Jumat ini dengan ekspekatasi penambahan jumlah pekerjaan bulan lalu sebesar 100 ribu dibandingkan bulan sebelumnya 80 ribu. Data NFP ini selalu menjadi pusat perhatian pelaku pasar karena digunakan oleh bank sentral AS sebagai bahan pertimbangan kebijakan moneternya ke depan.
Di samping NFP, data indeks manufaktur dan jasa serta penjualan ritel dari beberapa negara juga akan dirilis pekan ini. Data-data ini akan memberikan gambaran lanjutan mengenai keadaan ekonomi terkini. Senin ini, data GDP Spanyol dan lelang obligasi 10 tahun Italia akan menjadi sorotan.
EUR/USD menguat beberapa hari belakangan, namun diperlukan penembusan area resisten 1.2410 untuk penguatan lanjutan. Resisten berikutnya di kisaran 1.2690. Sementara penurunan di bawah 1.2210 kembali mendorong euro ke arah 1.2170 lalu ke 1.2040.
GBP/USD terbentuk pola konsolidasi dengan 1.5770 sebagai resisten kuat. Penguatan bisa berlanjut ke 1.60 jika level itu tembus. Support terdekat di 1.5660. Penurunan di bawah ini bisa melemahkan sterling hingga area 1.54.
AUD/USD membentuk uptrend channel dan kini berada di bagian atas dari channel tersebut yang memberikan resisten (1.0485) bagi penguatan aussie selanjutnya. Penembusan resisten ini memberikan peluang penguatan ke 1.06an. Support di 1.0380. Penurunan di bawah ini membuka peluang ke area 1.0290.
USD/JPY membentuk support di sekitar 77.60-80 yang menahan penurunan hingga area 75.90. Namun penguatan pair ini akan terkonfirmasi bila dapat menembus level 80-nya.
USD/CHF kemungkinan bisa menguat mendekati resisten penting di 1.0060. Namun koreksi di bawah 0.9640 bisa membawa pasangan ini kembali ke area 0.94.
Harga emas telah menembus garis atas pola segitiga. Penguatan ke 1640 akan berlanjut bila level 1630 dapat ditembus. Support di 1610. Di bawah itu, koreksi mungkin bisa terjadi ke area 1598-1600.
Harga minyak mentah WTI mencoba kembali bergerak naik, namun level 93.20 menyediakan tahanan yang cukup kuat. Di bawah level ini, harga bisa terkoreksi kembali ke level USD87 bahkan ke USD84 per barel.
Weekly Outlook PT Monex Investindo Futures
www.monexnews.com
Pekan ini banyak data dan event penting yang ditunggu oleh pelaku pasar yang akan memberikan arah bagi pergerakan instrumen pasar keuangan selanjutnya. Pengumuman kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat pada Kamis dini hari akan menjawab ekspektasi pasar terhadap kebijakan pelonggaran kuantitatif 3 (QE3).
Namun sebagian analis berpendapat bahwa QE3 tidak akan dirilis pada rapat FOMC kali ini dan mungkin paling cepat setelah September tahun ini. Bila ekspektasi QE3 kandas, dolar AS akan kembali menguat.
Namun pada Kamis malam sudah menanti pengumuman kebijakan dari bank sentral Inggris dan Eropa. Data-data ekonomi Ingggris yang memburuk tentunya akan menggugah bank sentral untuk melonggarkan kebijakannya.
Namun perkiraan dari sebagian analis, tidak akan ada perubahan kebijakan pada pertemuan kali ini. Sementara bank sentral Eropa diharapkan akan berbuat lebih untuk membantu kondisi zona euro. Para analis memprediksi tidak akan ada penurunan suku bunga namun mengharapkan ECB akan menggelontorkan kebijakan pinjaman lunak dan pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder.
Non-farm Payroll (NFP), data tenaga kerja AS yang juga ditunggu pasar, akan dirilis Jumat ini dengan ekspekatasi penambahan jumlah pekerjaan bulan lalu sebesar 100 ribu dibandingkan bulan sebelumnya 80 ribu. Data NFP ini selalu menjadi pusat perhatian pelaku pasar karena digunakan oleh bank sentral AS sebagai bahan pertimbangan kebijakan moneternya ke depan.
Di samping NFP, data indeks manufaktur dan jasa serta penjualan ritel dari beberapa negara juga akan dirilis pekan ini. Data-data ini akan memberikan gambaran lanjutan mengenai keadaan ekonomi terkini. Senin ini, data GDP Spanyol dan lelang obligasi 10 tahun Italia akan menjadi sorotan.
EUR/USD menguat beberapa hari belakangan, namun diperlukan penembusan area resisten 1.2410 untuk penguatan lanjutan. Resisten berikutnya di kisaran 1.2690. Sementara penurunan di bawah 1.2210 kembali mendorong euro ke arah 1.2170 lalu ke 1.2040.
GBP/USD terbentuk pola konsolidasi dengan 1.5770 sebagai resisten kuat. Penguatan bisa berlanjut ke 1.60 jika level itu tembus. Support terdekat di 1.5660. Penurunan di bawah ini bisa melemahkan sterling hingga area 1.54.
AUD/USD membentuk uptrend channel dan kini berada di bagian atas dari channel tersebut yang memberikan resisten (1.0485) bagi penguatan aussie selanjutnya. Penembusan resisten ini memberikan peluang penguatan ke 1.06an. Support di 1.0380. Penurunan di bawah ini membuka peluang ke area 1.0290.
USD/JPY membentuk support di sekitar 77.60-80 yang menahan penurunan hingga area 75.90. Namun penguatan pair ini akan terkonfirmasi bila dapat menembus level 80-nya.
USD/CHF kemungkinan bisa menguat mendekati resisten penting di 1.0060. Namun koreksi di bawah 0.9640 bisa membawa pasangan ini kembali ke area 0.94.
Harga emas telah menembus garis atas pola segitiga. Penguatan ke 1640 akan berlanjut bila level 1630 dapat ditembus. Support di 1610. Di bawah itu, koreksi mungkin bisa terjadi ke area 1598-1600.
Harga minyak mentah WTI mencoba kembali bergerak naik, namun level 93.20 menyediakan tahanan yang cukup kuat. Di bawah level ini, harga bisa terkoreksi kembali ke level USD87 bahkan ke USD84 per barel.
Weekly Outlook PT Monex Investindo Futures
www.monexnews.com
(gpr)
Lihat Juga :