PLN segera bangun 10 charging station di Jakarta
Selasa, 31 Juli 2012 - 07:47 WIB
PLN segera bangun 10 charging station di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Guna mendukung terwujudnya mobil listrik nasional, PT PLN (Persero) berencana segera membangun stasiun pengisian daya listrik (charging station) untuk mobil listrik.
Sebagai langkah awal, telah ditargetkan akan dibangun setidaknya sepuluh charging station di Jakarta dan Bandung dengan nilai investasi Rp10 juta per unit.
Selain membangun stasiun pengisian daya, Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji menerangkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan sejumlah pemilik mal dan gedung-gedung perkantoran di Jakarta untuk menyediakan charging station, yang disediakan di area parkir gedung-gedung tersebut.
"Kita akan menyediakan charging station untuk mobil listrik di mal, perkantoran, rest area, serta sambungan khusus untuk charging karena membutuhkan daya 2.500 kwh," ujar Pamudji menerangkan kepada wartawan yang menjumpainya, Senin 30 Juli 2012.
Untuk wilayah Jakarta dan Bandung, lanjut Pamudji, PLN tengah menargetkan penyediaan charging station di sepuluh tempat. Konsepnya sendiri didesain sedemikian rupa sehingga pengguna dapat menunggu proses charging dengan nyaman dan santai.
Maklum saja, setidaknya butuh waktu 30 menit untuk sekali pengisian daya. Bahkan untuk pengisian penuh bisa memakan waktu hingga 5 atau 6 jam.
"Konsepnya emang beda ya dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kalau SPBU itu sekali isi paling hanya tiga menit. Nah, kalau charging kan agak lama, jadi konsepnya orang berhenti makan sambil nge-charge dalam satu jam naik 20-25 persen (daya baterai)," imbuhnya.
Untuk biayanya sendiri, Pamudji menyebutkan, untuk membuat satu unit carging station dibutuhkan dana yang tidak terlalu besar, yakni kurang dari Rp10 juta. "Untuk harga alat charge-nya tidak sampai Rp10 juta. Pokoknya enggak dihitung tanahnya ya, jadi alatnya saja kurang dar Rp10 juta," tutupnya.
Sebagai langkah awal, telah ditargetkan akan dibangun setidaknya sepuluh charging station di Jakarta dan Bandung dengan nilai investasi Rp10 juta per unit.
Selain membangun stasiun pengisian daya, Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji menerangkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan sejumlah pemilik mal dan gedung-gedung perkantoran di Jakarta untuk menyediakan charging station, yang disediakan di area parkir gedung-gedung tersebut.
"Kita akan menyediakan charging station untuk mobil listrik di mal, perkantoran, rest area, serta sambungan khusus untuk charging karena membutuhkan daya 2.500 kwh," ujar Pamudji menerangkan kepada wartawan yang menjumpainya, Senin 30 Juli 2012.
Untuk wilayah Jakarta dan Bandung, lanjut Pamudji, PLN tengah menargetkan penyediaan charging station di sepuluh tempat. Konsepnya sendiri didesain sedemikian rupa sehingga pengguna dapat menunggu proses charging dengan nyaman dan santai.
Maklum saja, setidaknya butuh waktu 30 menit untuk sekali pengisian daya. Bahkan untuk pengisian penuh bisa memakan waktu hingga 5 atau 6 jam.
"Konsepnya emang beda ya dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kalau SPBU itu sekali isi paling hanya tiga menit. Nah, kalau charging kan agak lama, jadi konsepnya orang berhenti makan sambil nge-charge dalam satu jam naik 20-25 persen (daya baterai)," imbuhnya.
Untuk biayanya sendiri, Pamudji menyebutkan, untuk membuat satu unit carging station dibutuhkan dana yang tidak terlalu besar, yakni kurang dari Rp10 juta. "Untuk harga alat charge-nya tidak sampai Rp10 juta. Pokoknya enggak dihitung tanahnya ya, jadi alatnya saja kurang dar Rp10 juta," tutupnya.
(gpr)