Mobil listrik tingkatkan konsumsi batubara nasional
Selasa, 31 Juli 2012 - 07:47 WIB
Mobil listrik tingkatkan konsumsi batubara nasional
A
A
A
Sindonews.com - Direktur PT PLN (Persero) Nur Pamudji memandang, program mobil listrik yang tengah digarap pemerintah sedikit banyak akan meningkatkan kemandirian bangsa Indonesia di bidang ekonomi, terutama dalam hal jual beli batubara ke luar negeri.
Pandangan tersebut didasarkan pada hitungan jam aktif penggunaan listrik yang menggunakan batubara sebagai sumber tenaganya semakin meningkat. Dengan demikian konsumsi batu bara nasional dapat ditingkatkan tanpa perlu melakukan ekspor.
"Kalau selama ini kan mulai pukul sebelas malam sampai pukul empat dini hari itu kan penggunaan listrik turun drastis, dengan demikian PLTU yang pakai batubara kita turunkan produksinya. Nah, kalau ada mobil listrik kan pemilik mobil akan charge mobilnya pas malam hari, kurang lebih 6 jam. Jadi produksi listrik dari pembangkit yang pakai batubara tidak perlu diturunkan," paparnya kepada wartawan di kantornya, Senin 30 Juli 2012.
"Dengan kata lain, konsumsi batubara juga meningkat. Jadi batu bara nasional meningkat penyerapannya di dalam negeri," tambahnya.
Dengan penggunaan mobil listrik ini, lanjut Pamudji, belanja pemerintah untuk subsidi bahan bakar juga dapat ditekan. Pasalnya, tanpa harus disubsidi penggunaan listrik sebagai sumber energi penggerak kendaraan terbukti jauh lebih murah dan efisien.
"Pokoknya tanpa harus disubsidi, listrik ini sudah jauh lebih murah kok (biaya pengisian untuk dipergunakan pada jarak yang sama). Ya perbandingannya satu banding empat (listrik lebih murah) lah," terangnya.
Saat ini, pihaknya tengah berupaya mewujudkan dengan mengendari sejumlah kendaraan yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan mobil listrik. Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk sosialisasi terhadap mobil tersebut.
"Kita ingin tarif charge ini tidak bersubsidi, mobil Pak Dahlan butuh empat jam nge-charge, dengan jarak tempuh Jakarta-Bandung (150 km), per hari harga listrik Rp1.200 per kwh," pungkas Pamudji.
Pandangan tersebut didasarkan pada hitungan jam aktif penggunaan listrik yang menggunakan batubara sebagai sumber tenaganya semakin meningkat. Dengan demikian konsumsi batu bara nasional dapat ditingkatkan tanpa perlu melakukan ekspor.
"Kalau selama ini kan mulai pukul sebelas malam sampai pukul empat dini hari itu kan penggunaan listrik turun drastis, dengan demikian PLTU yang pakai batubara kita turunkan produksinya. Nah, kalau ada mobil listrik kan pemilik mobil akan charge mobilnya pas malam hari, kurang lebih 6 jam. Jadi produksi listrik dari pembangkit yang pakai batubara tidak perlu diturunkan," paparnya kepada wartawan di kantornya, Senin 30 Juli 2012.
"Dengan kata lain, konsumsi batubara juga meningkat. Jadi batu bara nasional meningkat penyerapannya di dalam negeri," tambahnya.
Dengan penggunaan mobil listrik ini, lanjut Pamudji, belanja pemerintah untuk subsidi bahan bakar juga dapat ditekan. Pasalnya, tanpa harus disubsidi penggunaan listrik sebagai sumber energi penggerak kendaraan terbukti jauh lebih murah dan efisien.
"Pokoknya tanpa harus disubsidi, listrik ini sudah jauh lebih murah kok (biaya pengisian untuk dipergunakan pada jarak yang sama). Ya perbandingannya satu banding empat (listrik lebih murah) lah," terangnya.
Saat ini, pihaknya tengah berupaya mewujudkan dengan mengendari sejumlah kendaraan yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan mobil listrik. Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk sosialisasi terhadap mobil tersebut.
"Kita ingin tarif charge ini tidak bersubsidi, mobil Pak Dahlan butuh empat jam nge-charge, dengan jarak tempuh Jakarta-Bandung (150 km), per hari harga listrik Rp1.200 per kwh," pungkas Pamudji.
(gpr)