Pertamina didukung jadi operator Blok Mahakam
Selasa, 31 Juli 2012 - 09:01 WIB
Pertamina didukung jadi operator Blok Mahakam
A
A
A
Sindonews.com - Sebagian Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah mendukung keinginan PT Pertamina (Persero) menjadi operator di Blok Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim), setelah tahun 2017.
Pertamina dinilai bisa melanjutkan pengelolaan Blok Mahakam yang kini sudah berproduksi. Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengatakan, pengelolaan Blok Mahakam oleh operator lama yakni perusahaan asal Prancis,Total EP Indonesie, sudah cukup lama. Hingga 2017 berarti Total telah mengelola Blok Mahakam selama 50 tahun.
Terkait dengan itu, Dito mengusulkan agar Total cukup diikutkan sebagai pemilik hak partisipasi (participating interest) di blok tersebut.
“Apabila memang tidak memungkinkan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Total EP dengan alasan kontinuitas produksi, maka mereka tetap boleh ikut dalam pengelolaan selanjutnya. Namun, jangan lagi sebagai operator dan hanya me-miliki sebagian kecil participating interest sebagai apresiasi,” tutur Dito di Jakarta, Senin 30 Juli 2012.
Sebagian besar hak partisipasi, lanjut dia, harus dimiliki Pertamina sebagai BUMN migas nasional dan juga daerah. Dengan demikian, imbuh dia, nantinya Pertamina yang menggandeng Total EP, bukan sebaliknya.
Anggota Komisi VII DPR lainnya, Bobby Adityo Rizaldi, mengatakan bahwa Komisi VII DPR akan menanyakan progres perpanjangan Mahakam kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pada masa sidang berikutnya.
“Kami juga akan tanya kesiapan Pertamina bila diamanatkan untuk dapat mengelola blok tersebut,” katanya.
Menurut dia, Pertamina mestinya bisa melanjutkan pengelolaan Blok Mahakam yang kini sudah berproduksi. Dalam hal ini Blok Mahakam berbeda dengan blok lain yang masih memerlukan kemampuan teknik tertentu, sehingga kesiapan Pertamina harus ditanyakan lebih dahulu.
Sebelumnya, pada 24 Juli 2012, Jero Wacik melakukan pertemuan dengan Presiden Total Upstream Yves Loius Darricarrere di Paris.
Dalam kesempatan itu, seperti dijelaskan Kepala Biro Humas Kementerian ESDM Susyanto dalam keterangan tertulisnya,Total EP siap berinvestasi di blokblok baru di Indonesia.
Saat ini Total EP tengah melakukan eksplorasi di 24 blok lain di Indonesia, di luar Mahakam. Pada 2011 Pertamina telah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM agar diberikan pengelolaan Blok Mahakam setelah 2017.
Pertamina ingin memegang mayoritas hak partisipasi sekaligus menjadi operator di blok tersebut. Saat ini hak partisipasi Mahakam dimiliki Total dan Inpex Corporation masing-masing 50 persen. Total menandatangani kontrak pengelolaan Mahakam pada 30 Maret 1967 dan sejak saat itu menjadi operator blok tersebut.
Hingga 2011 blok tersebut telah menghasilkan gas sebanyak 2.480 MMSCFD dan minyak 93.000 barel per hari. Volume gas tersebut sekitar 30 persen dari produksi nasional.Blok ini diperkirakan masih memiliki cadangan gas sekitar 12,7 triliun kaki kubik.
Pertamina dinilai bisa melanjutkan pengelolaan Blok Mahakam yang kini sudah berproduksi. Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengatakan, pengelolaan Blok Mahakam oleh operator lama yakni perusahaan asal Prancis,Total EP Indonesie, sudah cukup lama. Hingga 2017 berarti Total telah mengelola Blok Mahakam selama 50 tahun.
Terkait dengan itu, Dito mengusulkan agar Total cukup diikutkan sebagai pemilik hak partisipasi (participating interest) di blok tersebut.
“Apabila memang tidak memungkinkan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Total EP dengan alasan kontinuitas produksi, maka mereka tetap boleh ikut dalam pengelolaan selanjutnya. Namun, jangan lagi sebagai operator dan hanya me-miliki sebagian kecil participating interest sebagai apresiasi,” tutur Dito di Jakarta, Senin 30 Juli 2012.
Sebagian besar hak partisipasi, lanjut dia, harus dimiliki Pertamina sebagai BUMN migas nasional dan juga daerah. Dengan demikian, imbuh dia, nantinya Pertamina yang menggandeng Total EP, bukan sebaliknya.
Anggota Komisi VII DPR lainnya, Bobby Adityo Rizaldi, mengatakan bahwa Komisi VII DPR akan menanyakan progres perpanjangan Mahakam kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pada masa sidang berikutnya.
“Kami juga akan tanya kesiapan Pertamina bila diamanatkan untuk dapat mengelola blok tersebut,” katanya.
Menurut dia, Pertamina mestinya bisa melanjutkan pengelolaan Blok Mahakam yang kini sudah berproduksi. Dalam hal ini Blok Mahakam berbeda dengan blok lain yang masih memerlukan kemampuan teknik tertentu, sehingga kesiapan Pertamina harus ditanyakan lebih dahulu.
Sebelumnya, pada 24 Juli 2012, Jero Wacik melakukan pertemuan dengan Presiden Total Upstream Yves Loius Darricarrere di Paris.
Dalam kesempatan itu, seperti dijelaskan Kepala Biro Humas Kementerian ESDM Susyanto dalam keterangan tertulisnya,Total EP siap berinvestasi di blokblok baru di Indonesia.
Saat ini Total EP tengah melakukan eksplorasi di 24 blok lain di Indonesia, di luar Mahakam. Pada 2011 Pertamina telah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM agar diberikan pengelolaan Blok Mahakam setelah 2017.
Pertamina ingin memegang mayoritas hak partisipasi sekaligus menjadi operator di blok tersebut. Saat ini hak partisipasi Mahakam dimiliki Total dan Inpex Corporation masing-masing 50 persen. Total menandatangani kontrak pengelolaan Mahakam pada 30 Maret 1967 dan sejak saat itu menjadi operator blok tersebut.
Hingga 2011 blok tersebut telah menghasilkan gas sebanyak 2.480 MMSCFD dan minyak 93.000 barel per hari. Volume gas tersebut sekitar 30 persen dari produksi nasional.Blok ini diperkirakan masih memiliki cadangan gas sekitar 12,7 triliun kaki kubik.
(gpr)
Lihat Juga :