IHSG dihantui aksi profit taking
Rabu, 01 Agustus 2012 - 08:35 WIB
IHSG dihantui aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin masih mantap di zona positif dan bertengger di level 4.142.34. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik kendati salah satu indikator teknikalnya memberikan sinyal terjadinya reversal turun.
Pengamat pasar modal dari Indosurya Asset Management Reza Priyambada memandang, sinyal penurunan tersebut tak lain lantaran biasanya setiap kali penguatan terjadi, terutama ketika mendekati area overbought, selalu diikuti dengan aksi profit taking.
Di sisi lain, bursa saham Wall Street sebelumnya berakhir flat cenderung melemah karena pelaku pasar memilih wait and see terkait pertemuan The Fed untuk membahas data-data ekonomi AS. "Sehingga dimungkinkan akan memberi imbas negatif pada bursa saham Asia, khususnya IHSG," papar Reza kepada Sindonews, Selasa (1/8/2012).
Akan tetapi, lanjut Reza, kenyataannya berbeda, dimana IHSG masih bertenaga untuk melanjutkan penguatannya. "Investor masih berharap jika The Fed dan ECB akan melakukan langkah-langkah lebih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masing-masing negara setelah pertemuan tersebut," lanjutnya.
Investor asing mencatatkan net buying dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual sedangankan investor domestik mencatatkan net selling.
Lebih lanjut, Reza meramalkan sinyal positif masih akan berhembus pada perdagangan di hari pertama bulan agustus ini. "Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.103-4.128 dan resistance 4.154-4.175," prediksinya.
IHSG membentuk pola big spinning dimana sebelumnya telah membentuk pola black spinning. Posisi candle menembus upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang.
RSI, William's, dan Stochastic bergerak naik menyentuh area overbought. Dari candle yang terbentuk, setelah potensi reversal turun terpatahkan, IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya. Kendati demikian, Reza mengingatkan agar Investor tetap waspada terhadap kemungkinan posisi IHSG akan berbalik arah, karena aksi profit taking saat IHSG berada di area overbought.
"Sekalipun harapan akan penguatan IHSG masih ada namun, investor tetap harus mewaspadai potensi pembalikan arah karena posisi IHSG yang telah berada di area overbought dimana bersifat sensitif terhadap sentimen yang ada," tegasnya.
Adapun saham-saham yang diperhatikan antara lain LSIP, INTP, CPIN, INDF, BSDE, CTRS, dan AKRA.
Pengamat pasar modal dari Indosurya Asset Management Reza Priyambada memandang, sinyal penurunan tersebut tak lain lantaran biasanya setiap kali penguatan terjadi, terutama ketika mendekati area overbought, selalu diikuti dengan aksi profit taking.
Di sisi lain, bursa saham Wall Street sebelumnya berakhir flat cenderung melemah karena pelaku pasar memilih wait and see terkait pertemuan The Fed untuk membahas data-data ekonomi AS. "Sehingga dimungkinkan akan memberi imbas negatif pada bursa saham Asia, khususnya IHSG," papar Reza kepada Sindonews, Selasa (1/8/2012).
Akan tetapi, lanjut Reza, kenyataannya berbeda, dimana IHSG masih bertenaga untuk melanjutkan penguatannya. "Investor masih berharap jika The Fed dan ECB akan melakukan langkah-langkah lebih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masing-masing negara setelah pertemuan tersebut," lanjutnya.
Investor asing mencatatkan net buying dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual sedangankan investor domestik mencatatkan net selling.
Lebih lanjut, Reza meramalkan sinyal positif masih akan berhembus pada perdagangan di hari pertama bulan agustus ini. "Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.103-4.128 dan resistance 4.154-4.175," prediksinya.
IHSG membentuk pola big spinning dimana sebelumnya telah membentuk pola black spinning. Posisi candle menembus upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang.
RSI, William's, dan Stochastic bergerak naik menyentuh area overbought. Dari candle yang terbentuk, setelah potensi reversal turun terpatahkan, IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya. Kendati demikian, Reza mengingatkan agar Investor tetap waspada terhadap kemungkinan posisi IHSG akan berbalik arah, karena aksi profit taking saat IHSG berada di area overbought.
"Sekalipun harapan akan penguatan IHSG masih ada namun, investor tetap harus mewaspadai potensi pembalikan arah karena posisi IHSG yang telah berada di area overbought dimana bersifat sensitif terhadap sentimen yang ada," tegasnya.
Adapun saham-saham yang diperhatikan antara lain LSIP, INTP, CPIN, INDF, BSDE, CTRS, dan AKRA.
(and)
Lihat Juga :