Produk mineral harus diolah di dalam negeri

Rabu, 01 Agustus 2012 - 09:08 WIB
Produk mineral harus...
Produk mineral harus diolah di dalam negeri
A A A
Sindonews.com – Pemerintah akan menambah produk mineral yang saat ini belum masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 75/2012 tentang Bea Keluar Mineral Logam.

Nantinya,semua produk mineral akan dikenakan bea keluar sebesar 20 persen sebagaimana yang telah dikenakan pada beberapa produk mineral saat ini. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, apabila semua produk mineral telah dimasukkan ke dalam PMK tersebut, maka diharapkan bea keluarnya akan berlaku mulai Agustus 2012.

“Saya tadi bilang sama Menteri Keuangan kalau bisa seminggu setelah rapat ini mulai berlaku bea keluarnya,” jelas Hidayat seusai “Half-Day Workshop Investasi di Sektor Pengolahan dan Pemurnian Mineral”di Jakarta kemarin.

Hidayat menuturkan, pemerintah juga akan memperjelas batasan kegiatan usaha yang masuk kategori pertambangan (mining) dan yang masuk kategori industri. Dia mencontohkan, usaha penambangan bauksit merupakan kegiatan pertambangan, dan pengolahan bauksit menjadi alumina merupakan kegiatan industri.Demikian juga kegiatan pengolahan alumina menjadi alumunium ingot. Untuk mengakselerasi hilirisasi mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurutnya telah diminta menyusun peta potensi mineral, yakni terkait lokasi dan deposit.

Sedangkan, Kementerian Perindustrian diminta menyusun road map hilirisasi mineral dengan mengacu kepada data potensi mineral tersebut. Selain itu, lanjutnya, Kementerian ESDM juga diminta untuk memetakan potensi energi primer guna mendukung pengembangan smelter pengolahan dan pemurnian mineral yang akan dibangun.

Pemerintah juga akan meninjau kembali batasan minimum pengolahan dan pemurnian mineral yang boleh diekspor sesuai Permen ESDM No 7/2012 untuk disesuaikan dengan kemampuan industrinya sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran investor untuk berinvestasi di kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral.

Di sisi lain, Hidayat mengatakan, investor asal Singapura tertarik untuk berinvestasi melalui pembangunan smelter bijih besi di Indonesia. Dia memperkirakan, nilai investasinya bisa mencapai USD400 juta. Investor Singapura tersebut akan bekerja sama dengan mitra lokal di Sulawesi Selatan. Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan hal senada.

Menurutnya, investor Singapura tersebut satu grup dengan perusahaan Hong Kong yang pernah berinvestasi di Indonesia terutama di industri gula di Lampung. “Mereka 10 tahun ini pindah ke China, ternyata makin tidak kompetitif. Balik ke Indonesia lagi tapi tidak di gula, tapi feronikel. Saat ini masih penjajakan. Kalau feronikel realisasinya bisa memakan waktu 1,5 tahun, ”terangnya.

Hidayat menambahkan, saat ini investor yang tertarik membangun smelter di Indonesia antara lain berasal dari China, Hong Kong, Singapura, dan Korea.Sedangkan,investor Jepang saat ini masih mempermasalahkan mengenai penerapan bea keluar ekspor produk mineral. Terlepas dari itu, saat ini sudah ada sekitar 153 investor yang sudah mendaftarkan untuk membangun smelter di Indonesia. Nantinya mereka akan kembali diseleksi.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Sederet Harta Karun...
Sederet Harta Karun Mineral RI Jadi Rebutan Asing, Nomor 1 Simpan Deposit 1,5 Miliar Ton
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
9 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
33 menit yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
1 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
2 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
2 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved