Krisis global jadi biang keladi pelemahan ekspor
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 15:08 WIB
Krisis global jadi biang keladi pelemahan ekspor
A
A
A
Sindonews.com - Krisis ekonomi global disinyalir menjadi biang keladi kian melemahnya permintaan pasar ekspor Indonesia tang membuat surplus perdagangan nonmigas di semester I-2012 terus tergerus.
"Neraca perdagangan nonmigas selama semester I-2012 masih mengalami surplus sebesar USD1,9 muliar. Menurun drastis dari surplus periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD14,7 miliar, " ujar Menteri Perdagang Indonesia Gita Wirjawan, di depan awak media, di kantornya, Jakarta (3/8/2012).
Penurunan surplus perdagangan nonmigas tersebut, menurut Gita, dipicu oleh melemahnya permintaan pasar ekspor negara-negara mitra dagang Indonesia yang merupakan imbas dari krisis global yang masih belum memberikan kepastian penyelesaian.
"Penurunan surplus perdagangan nonmigas dipicu oleh meningkatnya defisit perdagangan indonesia dengan beberapa negara mitra dagang utama antara lain Cina, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Taiwan," lanjut Gita.
Untuk itu, lanjut Gita, perlu ada langkah strategis guna menanggulangi permasalahan tersebut sekaligus mencegah dampak kerugian yang lebih luas bagi Indonesia.
"Arah strategi kebijakan perdagangan ke depan adalah dengan meningkatkan domestik competitiveness, seperti dengan mendukung upaya hilirisasi, pengembangan pasar ekspor dan peningkatan daya saing produk dengan mengutamakan pemberian nilai tambah. Meningkatkan efektivitas pengawasan dan infrastruktur perdagangan serta meningkatkan efektivitas kerja sama internasional," simpul Gita.
"Neraca perdagangan nonmigas selama semester I-2012 masih mengalami surplus sebesar USD1,9 muliar. Menurun drastis dari surplus periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD14,7 miliar, " ujar Menteri Perdagang Indonesia Gita Wirjawan, di depan awak media, di kantornya, Jakarta (3/8/2012).
Penurunan surplus perdagangan nonmigas tersebut, menurut Gita, dipicu oleh melemahnya permintaan pasar ekspor negara-negara mitra dagang Indonesia yang merupakan imbas dari krisis global yang masih belum memberikan kepastian penyelesaian.
"Penurunan surplus perdagangan nonmigas dipicu oleh meningkatnya defisit perdagangan indonesia dengan beberapa negara mitra dagang utama antara lain Cina, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Taiwan," lanjut Gita.
Untuk itu, lanjut Gita, perlu ada langkah strategis guna menanggulangi permasalahan tersebut sekaligus mencegah dampak kerugian yang lebih luas bagi Indonesia.
"Arah strategi kebijakan perdagangan ke depan adalah dengan meningkatkan domestik competitiveness, seperti dengan mendukung upaya hilirisasi, pengembangan pasar ekspor dan peningkatan daya saing produk dengan mengutamakan pemberian nilai tambah. Meningkatkan efektivitas pengawasan dan infrastruktur perdagangan serta meningkatkan efektivitas kerja sama internasional," simpul Gita.
(and)
Lihat Juga :