ESDM bantah migas Indonesia dikuasai asing
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 12:45 WIB
ESDM bantah migas Indonesia dikuasai asing
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini menegaskan, stigma negatif yang menyebutkan aset-aset negara terutama di bidang pertambangan minyak dan gas (Migas) dikuasai oleh pihak asing, itu tidak benar.
Dirinya justru mempertanyakan, bagian mana dari usaha pertambangan Indonesia yang dikuasai pihak asing. Pasalnya, dirinya berpendapat, pihak asing yang dimaksud hanya sebatas sebagai pengelola saja, sementara kepemilikan atas aset-aset pertambangan tersebut tetap dikuasai pemerintah Indonesia.
"Saya justru bingung penguasaannya itu di mana. Penguasaan itu di pemerintah indonesia, mereka (pihak asing) itu cuma kontraktor-kontraktor yang kita butuhkan untuk menggali (sumur tambang). Bahwa semua prodak seluruhnya dikuasai oleh negara, negaralah yang menguasai, negaralah yang mempunyai aset. Jadi tidak ada sebenarnya suatu penguasaan oleh asing," terang Rudi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (3/8/2012) malam.
Secara kasat mata memang terlihat seolah aset-aset tersebut dikuasai oleh pengusaha-pangusaha asing. Maklum saja, perusahaan pertambangan yang banyak melakukan aktivitas pertambangan di Indonesia memang notabene merupakan perusahaan asing.
Hal tersebut, menurut Rudi, dikarenakan bangsa Indonesia sendiri belum memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola seluruh sumber daya mineral yang ada di bumi Indonesia. Dengan demikian, diperlukan bantuan pihak asing dalam hal pelaksanaan kegiatan pertambangan dan hanya sebatas pelaksanaan saja.
Dirinya justru mempertanyakan, bagian mana dari usaha pertambangan Indonesia yang dikuasai pihak asing. Pasalnya, dirinya berpendapat, pihak asing yang dimaksud hanya sebatas sebagai pengelola saja, sementara kepemilikan atas aset-aset pertambangan tersebut tetap dikuasai pemerintah Indonesia.
"Saya justru bingung penguasaannya itu di mana. Penguasaan itu di pemerintah indonesia, mereka (pihak asing) itu cuma kontraktor-kontraktor yang kita butuhkan untuk menggali (sumur tambang). Bahwa semua prodak seluruhnya dikuasai oleh negara, negaralah yang menguasai, negaralah yang mempunyai aset. Jadi tidak ada sebenarnya suatu penguasaan oleh asing," terang Rudi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (3/8/2012) malam.
Secara kasat mata memang terlihat seolah aset-aset tersebut dikuasai oleh pengusaha-pangusaha asing. Maklum saja, perusahaan pertambangan yang banyak melakukan aktivitas pertambangan di Indonesia memang notabene merupakan perusahaan asing.
Hal tersebut, menurut Rudi, dikarenakan bangsa Indonesia sendiri belum memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola seluruh sumber daya mineral yang ada di bumi Indonesia. Dengan demikian, diperlukan bantuan pihak asing dalam hal pelaksanaan kegiatan pertambangan dan hanya sebatas pelaksanaan saja.
(gpr)
Lihat Juga :