Realisasi lifting hanya 91,6%

Senin, 06 Agustus 2012 - 09:40 WIB
Realisasi lifting hanya...
Realisasi lifting hanya 91,6%
A A A
Sindonews.com – Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan, realisasi produksi minyak terangkut (lifting) selama semester I hanya sekitar 852 ribu barel per hari (bph) atau 91,6 persen dari target.

Belum tercapainya produksi minyak dikarenakan ada sejumlah lapangan yang masih dalam perawatan serta menurunnya kemampuan produksi lapangan migas. “Selain itu, jadwal kapal pengangkut minyak mentah hasil produksi kadang tidak bisa ditentukan sesuai waktu yang diinginkan,” jelas Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Gde Pradnyana, di Jakarta, belum lama ini.

Meskipun lifting minyak nasional masih belum memenuhi target sebesar 930 ribu bph,Gde mengatakan bahwa pihaknya memiliki stok cadangan minyak sebanyak 11 juta barel.

Stok minyak ini bisa dilepas guna meningkatkan lifting minyak sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012. Terlepas dari itu BP Migas pun optimistis target penerimaan dalam APBN-P 2012 sebesar USD33,48 miliar dari sektor hulu migas tahun ini dapat tercapai. “Semoga bisa menyentuh angka USD34 miliar,”imbuhnya. Saat ini BP Migas masih berupaya mengurangi laju penurunan alamiah produksi minyak sekitar 3–4 persen agar penurunan laju produksi minyak tidak terlalu tajam.

Upaya pengurangan laju penurunan dilakukan sambil menunggu beroperasinya lapangan Banyu Urip,Blok Cepu.Gde mengatakan, Proyek Blok Cepu adalah proyek andalan untuk mengejar target produksi minyak 1 juta bph. Sebelumnya Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan bahwa lifting akan mencapai titik terendah pada 2013. Namun, setelah itu diperkirakan produksi minyak Indonesia terus melonjak hingga menembus 1 juta bph.

“Penurunan lifting minyak ini secara teori alamiah, turun produksi 13 persen per tahun, namun dengan perkembangan teknologi laju penurunan bisa ditekan hingga 3 persen,” kata dia beberapa waktu lalu. Menurut Wacik, pada tahun ini lifting minyak diperkirakan hanya mencapai 894 ribu bph, dan pada 2013 turun kembali menjadi 891 ribu barel.

Namun, setelah itu lifting diperkirakan terus meningkat seiring dengan beroperasinya proyekproyek minyak andalan Pemerintah Indonesia. Targetnya,lifting minyak akan kembali meningkat menjadi 936 ribu bph pada 2014 dan diperkirakan pada 2015 rata-rata akan berada di atas 1 juta barel.

“Pada 2014 ada tambahan lifting minyak dari Lapangan Banyu Urip,Cepu.Dengan syarat, situasi perpolitikan Indonesia baik.Kalau ribut maka bisa mundur,” katanya. Lapangan Banyu Urip diperkirakan dapat berproduksi hingga 165.000 bph pada Juni 2014.Selain itu pada 2014 juga akan masuk produksi minyak dari lapangan Ande-Ande Lumut Blok North West Natuna,Kepulauan Riau, dengan produksi 4.300 bph. Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menilai, lifting minyak tahun ini kemungkinan juga tidak akan mencapai target.

Berdasarkan realisasi 10 tahun terakhir, pemerintah memang tidak pernah memenuhi target lifting yang telah ditetapkan. “Kalau sampai 900 ribu bph saja, itu sudah bagus sekali,”ujarnya.

Menurut Pri,bila saat ini pemerintah kurang optimal di sisi hulu minyak, seharusnya bisa mengoptimalkan sisi hilir.Namun, sisi hilir pun saat ini masih sangat kurang, seperti terbatasnya kapasitas kilang pengolahan bahan bakar minyak di dalam negeri. Hal ini berbanding terbalik dengan sejumlah negara di Asia-Pasifik yang justru mengalami kelebihan kapasitas kilang dibandingkan kebutuhan di dalam negerinya.

“Hal tersebut sebenarnya menjadi peluang bagi Indonesia kalau kita tidak bisa bermain di hulu, seharusnya kita bisa bermain di hilir.Tapi dengan kondisi sekarang,saya pesimistis. Di sejumlah negara kapasitas kilang lima tahun lalu mereka defisit, tapi sekarang sudah surplus,”pungkas Pri.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dekati Target APBN,...
Dekati Target APBN, Lifting Minyak Semester I/2020 Capai 94,5%
Lifting Minyak RI Kuartal...
Lifting Minyak RI Kuartal I 2024 Tembus 567 Ribu BOPD
Kuartal I/2020, Lifting...
Kuartal I/2020, Lifting Migas Capai 90,4%
Tak Capai Target, Lifting...
Tak Capai Target, Lifting Minyak Kuartal I-2023 hanya 612 Ribu Barel per Hari
Lifting Minyak Semester...
Lifting Minyak Semester I-2025 Capai 578 Ribu BPH, Masih di Bawah Target APBN
Tak Capai Target, Lifting...
Tak Capai Target, Lifting Migas Anjlok di Semester I 2023
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
5 menit yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
17 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
39 menit yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Hanya Dapat 50 Rudal...
Hanya Dapat 50 Rudal ATACMS, Zelensky: Kita Akan Kalah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved