Stimulus The Fed tak bantu ekonomi AS
Selasa, 07 Agustus 2012 - 10:29 WIB
Stimulus The Fed tak bantu ekonomi AS
A
A
A
Sindonews.com – Kandidat calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Mitt Romney mengatakan, putaran baru stimulus moneter dari Bank Sentral AS atau The Fed (Fed) tidak akan membantu meningkatkan ekonomi Paman Sam.
Menurutnya, ekonomi AS membutuhkan langkah-langkah yang dramatis untuk pulih dari resesi yang mendalam. Seperti diketahui,Fed akan berbuat lebih banyak untuk menstimulasi pertumbuhan AS dengan pembelian obligasi putaran ketiga yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitif (QE3).
“Saya yakin Fed sedang mempertimbangkan serta mencoba mendorong perekonomian, namun saya tidak yakin bahwa QE3 akan membantu menaikkan perekonomian,” ujarnya dalam wawancara dengan CNN yang dilansir Reuters, kemarin. Dia menambahkan, tindakan pertama the Fed mengenai pelonggaran kuantitatif hanya efektif untuk tingkat tertentu.
Tetapi, Romney juga yakin bahwa putaran kedua pelonggaran kuantitatif (QE2) tidak memiliki dampak yang bank sentral harapkan. Romney yang akan menantang Presiden AS Barack Obama dalam pemilihan umum (pemilu) presiden November mendatang menegaskan bahwa dia mendukung untuk menciptakan sebuah insentif dan kesempatan guna usaha besar dan kecil untuk meningkatkan perekrutan karyawan.
Mantan Gubernur Massachusetts tersebut juga mendukung program menurunkan tarif pajak individu dan perusahaan, pemangkasan pengeluaran pemerintah, serta mengurangi peraturan-peraturan perusahaan energi guna membantu AS menjadi negara mandiri energi pada 2020 mendatang. Romney memperkirakan, rencana ekonominya akan membuka 12 juta lapangan pekerjaan baru pada akhir pertama masa jabatannya selama empat tahun.
“Seharusnya kita sudah bisa membuka 200 ribu–400 ribu lapangan pekerjaan per bulan, namun di bawah kepemimpinan presiden saat ini, hal tersebut belum tercapai,”tegas dia.
Menanggapi hal itu, penasihat kampanye Obama, Robert Gibbs, mengungkapkan, saat ini sangat sulit untuk menghilangkan potongan pajak para jutawan dan miliarder AS. “Jika Romney berniat untuk memberikan potongan pajak kepada orang kaya, secara otomatis dia akan menaikkan pajak pada keluarga kelas menengah,” imbuhnya. Dia menambahkan, saat ini kebijakan Obama telah bekerja. Hal ini dilihat dari mulai membaiknya ekonomi Paman Sam dibanding empat tahun lalu.
Sekadar informasi, April lalu Obama telah menyerukan agar orang kaya AS membayar pajak yang tinggi.Hal tersebut dilakukan karena Presiden AS ke-44 itu merasa bahwa sistem potongan pajak Paman Sam untuk masyarakat berpenghasilan tinggi tidak adil.
Menurutnya, ekonomi AS membutuhkan langkah-langkah yang dramatis untuk pulih dari resesi yang mendalam. Seperti diketahui,Fed akan berbuat lebih banyak untuk menstimulasi pertumbuhan AS dengan pembelian obligasi putaran ketiga yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitif (QE3).
“Saya yakin Fed sedang mempertimbangkan serta mencoba mendorong perekonomian, namun saya tidak yakin bahwa QE3 akan membantu menaikkan perekonomian,” ujarnya dalam wawancara dengan CNN yang dilansir Reuters, kemarin. Dia menambahkan, tindakan pertama the Fed mengenai pelonggaran kuantitatif hanya efektif untuk tingkat tertentu.
Tetapi, Romney juga yakin bahwa putaran kedua pelonggaran kuantitatif (QE2) tidak memiliki dampak yang bank sentral harapkan. Romney yang akan menantang Presiden AS Barack Obama dalam pemilihan umum (pemilu) presiden November mendatang menegaskan bahwa dia mendukung untuk menciptakan sebuah insentif dan kesempatan guna usaha besar dan kecil untuk meningkatkan perekrutan karyawan.
Mantan Gubernur Massachusetts tersebut juga mendukung program menurunkan tarif pajak individu dan perusahaan, pemangkasan pengeluaran pemerintah, serta mengurangi peraturan-peraturan perusahaan energi guna membantu AS menjadi negara mandiri energi pada 2020 mendatang. Romney memperkirakan, rencana ekonominya akan membuka 12 juta lapangan pekerjaan baru pada akhir pertama masa jabatannya selama empat tahun.
“Seharusnya kita sudah bisa membuka 200 ribu–400 ribu lapangan pekerjaan per bulan, namun di bawah kepemimpinan presiden saat ini, hal tersebut belum tercapai,”tegas dia.
Menanggapi hal itu, penasihat kampanye Obama, Robert Gibbs, mengungkapkan, saat ini sangat sulit untuk menghilangkan potongan pajak para jutawan dan miliarder AS. “Jika Romney berniat untuk memberikan potongan pajak kepada orang kaya, secara otomatis dia akan menaikkan pajak pada keluarga kelas menengah,” imbuhnya. Dia menambahkan, saat ini kebijakan Obama telah bekerja. Hal ini dilihat dari mulai membaiknya ekonomi Paman Sam dibanding empat tahun lalu.
Sekadar informasi, April lalu Obama telah menyerukan agar orang kaya AS membayar pajak yang tinggi.Hal tersebut dilakukan karena Presiden AS ke-44 itu merasa bahwa sistem potongan pajak Paman Sam untuk masyarakat berpenghasilan tinggi tidak adil.
(and)
Lihat Juga :