Dihantui profit taking, IHSG terpeleset 1 poin
Selasa, 07 Agustus 2012 - 12:29 WIB
Dihantui profit taking, IHSG terpeleset 1 poin
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai kehilangan kendali setelah sempat percaya diri bergerak di jalur hijau pada perdagangan pagi tadi. Aksi profit taking mulai menggiring IHSG ke arah negatif dan terpeleset 1 poin di sesi I ini.
IHSG, Selasa (7/8/2012) sesi I ditutup melemah 1,66 poin ke 4.103,84. Indeks LQ45 pun ikut turun tipis 0,06 poin ke 703,69 disusul Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,94 poin ke 571,26.
Sektor-sektor penopang indeks pun bergerak dua arah dengan didominasi oleh pelemahan. Diantaranya terjadi di sektor pertambangan yang turun 11,45 poin disusul sektor konsumsi yang turun 6,91 poin. Sedangkan sektor perkebunan masih melaju 7,47 poin.
Sebanyak 100 saham berhasil menguat, disusul 130 saham yang bergerak melemah dan 99 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat sebesar 1,651 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp1,165 triliun. Investor asing masih melakukan aksi net buying meski hanya sebesar Rp4,268 miliar saja.
Indeks regional sebenarnya masih terus melaju di jalur hijau meski penguatan tidak terlalu signifikan. Indeks Nikkei 225 naik 58,85 poin ke 8.785,14, indeks Hang Seng naik 57,37 poin ke 20.056,09 dan indeks Strait Times naik 5,7 poin ke 3.077,52.
Berikut ini saham-saham yang berhasil menguat (top gainers) diantaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp7.000 ke Rp244.000, PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) naik Rp250 ke Rp4.125, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp200 ke Rp9.050.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) turun Rp400 ke Rp10.700, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp400 ke Rp21.600, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp300 ke RP6.500.
IHSG, Selasa (7/8/2012) sesi I ditutup melemah 1,66 poin ke 4.103,84. Indeks LQ45 pun ikut turun tipis 0,06 poin ke 703,69 disusul Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,94 poin ke 571,26.
Sektor-sektor penopang indeks pun bergerak dua arah dengan didominasi oleh pelemahan. Diantaranya terjadi di sektor pertambangan yang turun 11,45 poin disusul sektor konsumsi yang turun 6,91 poin. Sedangkan sektor perkebunan masih melaju 7,47 poin.
Sebanyak 100 saham berhasil menguat, disusul 130 saham yang bergerak melemah dan 99 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat sebesar 1,651 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp1,165 triliun. Investor asing masih melakukan aksi net buying meski hanya sebesar Rp4,268 miliar saja.
Indeks regional sebenarnya masih terus melaju di jalur hijau meski penguatan tidak terlalu signifikan. Indeks Nikkei 225 naik 58,85 poin ke 8.785,14, indeks Hang Seng naik 57,37 poin ke 20.056,09 dan indeks Strait Times naik 5,7 poin ke 3.077,52.
Berikut ini saham-saham yang berhasil menguat (top gainers) diantaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp7.000 ke Rp244.000, PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) naik Rp250 ke Rp4.125, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp200 ke Rp9.050.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) turun Rp400 ke Rp10.700, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp400 ke Rp21.600, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp300 ke RP6.500.
(and)
Lihat Juga :