Royalti pengaruhi kinerja aneka tambang

Rabu, 08 Agustus 2012 - 10:03 WIB
Royalti pengaruhi kinerja...
Royalti pengaruhi kinerja aneka tambang
A A A
Sindonews.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyatakan, masalah royalti untuk tambang olahan memberi pengaruh cukup besar terhadap kinerja perseroan.

Dampak dari penerapan royalti tambang untuk olahan tersebut akan terlihat pada semester II tahun ini. “Pengaruh royalti cukup besar,” kata Direktur Utama ANTM Alwinsyah Loebis di Jakarta kemarin.

Kendati demikian, dia mengaku, perseroan belum melakukan kalkulasi secara keseluruhan, sehingga belum diketahui berapa besar dampak dari penerapan royalti untuk tambang olahan terhadap perusahaan. Lebih lanjut dia menjelaskan, penerapan royalti tersebut tidak memberi pengaruh terhadap ekspor.Namun,memberi dampak kurang baik terhadap produksi dan kinerja perusahaan.

Berdasarkan data Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),tiga emiten BUMN tambang memiliki kewajiban membayar royalti tambang mencapai Rp521,21 miliar kepada pemerintah.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki kewajiban pembayaran royalti mencapai Rp339,89 miliar, Antam sebesar Rp94,26 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp87,06 miliar.Terkait royalti tambang untuk olahan seperti sponge iron dan feronikel yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 2012, Antam sempat menyatakan keberatan lantaran mendapat royalti ganda dari produk komoditasnya nikel dan feronikel.

Meski begitu,penerapan royalti tersebut baru akan terlihat dampaknya pada semester II tahun ini. “Di semester I belum terlihat,” ujarnya. Mengenai produksi di semester II tahun ini,Alwin memperkirakan, tidak jauh berbeda dengan semester I/2012.

Harga komoditas juga belum menunjukkan tanda perbaikan. Pada semester I/2012 perseroan mencatat penurunan penjualan bersih sekitar tujuh persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp4,5 triliun.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
16 menit yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
10 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
10 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
10 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
11 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
11 jam yang lalu
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved