Investasi IT, BNI rogoh Rp1 triliun
Rabu, 08 Agustus 2012 - 17:08 WIB
Investasi IT, BNI rogoh Rp1 triliun
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Tbk mencatat ada peningkatan volume transaksi elektronik mencapai lebih dari 500 juta transaksi yang dilakukan nasabahnya.
Merespon fenomena tersebut, Direktur Business Banking BNI, Krishna Suparto memandang, fitur dan kapabilitas layanan teknologi cash management perlu untuk terus dikembangkan sehingga dapat mengimbangi peningkatan volume transaksi tersebut.
"Guna mendukung pengembangan layanan dan peningkatan kepuasan pelanggan, maka BNI telah menganggarkan investasi IT lebih dari Rp1 triliun di tahun 2012," ujar Direktur Business Banking BNI, Krishna Suparto di Gedung BNI 46 Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Sebagai langkah nyatanya, BNI pun memperkenalkan beberapa fitur unggulan untuk layanan Cash Management BNI antara lain, BNI Direct (Internet Banking), Virtual Account, Student Payment Center untuk Perguruan Tinggi, Corporate Billing, Account Pooling, dan Supply Chain Management.
Fasilitas dan fitur layanan cash management BNI tersebut, kata Krishna, didisain secara khusus sesuai dengan kebutuhan nasabah.
"Ini juga didukung oleh luasnya produk serta solusi komprehensif dan terintegrasi, distribution channel luas, dan advanced technology infrastructure," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jaringan dan Layanan BNI, Honggo Widjojo Kangmasto mengaku, selain fokus pada teknologi cash management, baru-baru ini pihaknya juga meluncurkan layanan pajak secara elektronik yang diberi nama e-Tax Payment.
Layanan tersebut menawarkan berbagai kemudahan bagi nasabah. Dengan layanan tersebut, nasabah dapat melakukan pembayaran pajak langsung dari platform BNI Direct yang terhubung secara online dengan Modul Peneriman Negara.
"Keberhasilan ini didukung oleh teman-teman teknologi di BNI. Di balik ini semua ada peran dari teknologi. Mudah-mudahan apabila dilakukan terus-menerus maka akan tumbuh dan berkembang pesat." tukasnya.
Merespon fenomena tersebut, Direktur Business Banking BNI, Krishna Suparto memandang, fitur dan kapabilitas layanan teknologi cash management perlu untuk terus dikembangkan sehingga dapat mengimbangi peningkatan volume transaksi tersebut.
"Guna mendukung pengembangan layanan dan peningkatan kepuasan pelanggan, maka BNI telah menganggarkan investasi IT lebih dari Rp1 triliun di tahun 2012," ujar Direktur Business Banking BNI, Krishna Suparto di Gedung BNI 46 Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Sebagai langkah nyatanya, BNI pun memperkenalkan beberapa fitur unggulan untuk layanan Cash Management BNI antara lain, BNI Direct (Internet Banking), Virtual Account, Student Payment Center untuk Perguruan Tinggi, Corporate Billing, Account Pooling, dan Supply Chain Management.
Fasilitas dan fitur layanan cash management BNI tersebut, kata Krishna, didisain secara khusus sesuai dengan kebutuhan nasabah.
"Ini juga didukung oleh luasnya produk serta solusi komprehensif dan terintegrasi, distribution channel luas, dan advanced technology infrastructure," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jaringan dan Layanan BNI, Honggo Widjojo Kangmasto mengaku, selain fokus pada teknologi cash management, baru-baru ini pihaknya juga meluncurkan layanan pajak secara elektronik yang diberi nama e-Tax Payment.
Layanan tersebut menawarkan berbagai kemudahan bagi nasabah. Dengan layanan tersebut, nasabah dapat melakukan pembayaran pajak langsung dari platform BNI Direct yang terhubung secara online dengan Modul Peneriman Negara.
"Keberhasilan ini didukung oleh teman-teman teknologi di BNI. Di balik ini semua ada peran dari teknologi. Mudah-mudahan apabila dilakukan terus-menerus maka akan tumbuh dan berkembang pesat." tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :