RI kejar investasi AS USD5 M
Kamis, 09 Agustus 2012 - 10:07 WIB
RI kejar investasi AS USD5 M
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan nilai investasi Amerika Serikat (AS) di Indonesia dalam dua tahun mendatang bisa mencapai USD5 miliar (sekitar Rp45 triliun). Saat ini nilai investasi AS di Indonesia baru sekitar USD2 miliar.
Nilai investasi tersebut merupakan realisasi komitmen investasi kerja sama antara Celanese Corporation dan PT Pertamina (Persero) berupa proyek pembangunan empat pabrik etanol dari pengolahan batu bara.Investasi asal AS diharapkan terus meningkat seiring tingginya minat investor asal negara tersebut terhadap peluang di bidang migas dan infrastruktur Indonesia.
“Mereka membantu infrastruktur di Indonesia di bidang- bidang yang ditangani Kemenperin, yakni 13 dari 22 sektor MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Saya maunya mereka investasi infrastruktur di luar Jawa,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di sektor industri pendukung proyek infrastruktur dengan perwakilan Pemerintah AS, di Jakarta, kemarin.
Dengan pertumbuhan ekonomi AS yang kini telah mencapai dua persen, Hidayat berharap, kesepakatan tersebut mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut.
Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kemenperin Agus Tjahajana menambahkan, investor AS diketahui tertarik pada pengembangan industri hijau. Wakil Menteri Luar Negeri AS Bidang Ekonomi dan Bisnis Jose W Fernandez menambahkan, setelah penandatanganan MoU tersebut, kerja sama antara kedua negara diharapkan bisa terus berlanjut. Nota kesepahaman kerja sama itu selanjutnya akan diikuti proses pembahasan masalah teknis kerja sama.
Menurut Fernandez, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat baik serta mampu menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. “Kami siap menjadi mitra dalam pertumbuhan dan pembangunan tersebut.Kedua negara mempunyai peluang untuk menjalin kerja sama dengan meningkatkan perdagangan dan investasi,”ujarnya.
Nilai investasi tersebut merupakan realisasi komitmen investasi kerja sama antara Celanese Corporation dan PT Pertamina (Persero) berupa proyek pembangunan empat pabrik etanol dari pengolahan batu bara.Investasi asal AS diharapkan terus meningkat seiring tingginya minat investor asal negara tersebut terhadap peluang di bidang migas dan infrastruktur Indonesia.
“Mereka membantu infrastruktur di Indonesia di bidang- bidang yang ditangani Kemenperin, yakni 13 dari 22 sektor MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Saya maunya mereka investasi infrastruktur di luar Jawa,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di sektor industri pendukung proyek infrastruktur dengan perwakilan Pemerintah AS, di Jakarta, kemarin.
Dengan pertumbuhan ekonomi AS yang kini telah mencapai dua persen, Hidayat berharap, kesepakatan tersebut mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut.
Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kemenperin Agus Tjahajana menambahkan, investor AS diketahui tertarik pada pengembangan industri hijau. Wakil Menteri Luar Negeri AS Bidang Ekonomi dan Bisnis Jose W Fernandez menambahkan, setelah penandatanganan MoU tersebut, kerja sama antara kedua negara diharapkan bisa terus berlanjut. Nota kesepahaman kerja sama itu selanjutnya akan diikuti proses pembahasan masalah teknis kerja sama.
Menurut Fernandez, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat baik serta mampu menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. “Kami siap menjadi mitra dalam pertumbuhan dan pembangunan tersebut.Kedua negara mempunyai peluang untuk menjalin kerja sama dengan meningkatkan perdagangan dan investasi,”ujarnya.
(and)
Lihat Juga :