Ekspansi, JNE pisahkan bisnis logistik

Jum'at, 10 Agustus 2012 - 10:05 WIB
Ekspansi, JNE pisahkan...
Ekspansi, JNE pisahkan bisnis logistik
A A A
Sindonews.com – Perusahaan jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melakukan ekspansi usaha dengan mengembangkan bisnis logistik.

Rencananya, akhir tahun ini bisnis logistik tersebut akan berdiri sendiri dan dipisahkan (spin off) dari unit bisnis pengiriman ekspres yang selama ini menjadi andalan JNE. “Kita akan menggarap logistik karena pasarnya sangat besar di Indonesia. Setelah dispin off, kita harapkan bisnis logistik terus tumbuh bersama-sama dengan jasa pengiriman express,” kata Managing Director JNE Johari Zein di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, persiapan pembentukan entitas bisnis baru tersebut kini sudah memasuki tahapan audit dari auditor independen.Adapun, masalah komposisi manajemennya, kendati masih belum ditetapkan secara resmi, namun sudah dibuat. Menurut Johari,pemisahan unit usaha logistik tersebut nantinya akan diikuti dengan pemisahan unit usaha pengiriman ekspres untuk kemudian ditargetkan bisa listing di bursa efek Indonesia(BEI).Tetapiuntukpenawaran umum saham perdana (IPO), ujar Johari, diharapkan paling cepat bisa dilakukan pada 2014 mendatang.

”Rencana IPO itu diharapkan sejalan dengan mature-nya bisnis logistik yang kita perkirakan tercapai dua tahun ke depan,”ujarnya. Perihal kesiapan terjun di bisnis logistik,Johari meyakini JNE bisa bersaing dengan pemain yang sudah ada baik perusahaan logistik maupun domestik. Menurutnya, JNE memiliki modal awal cukup kuat di bidang sumber daya manusia, jaringan bisnis, dukungan teknologi informasi (TI) hingga sales network.

Sementara, Sekretaris Tim Ahli Pengembangan Sistem Logistik Nasional Kementrian Koordinator Perekonomian Nofrisel menyatakan, potensi bisnis logistik nasional sangat besar dilihat dari lalu lintas pengiriman peti kemas di kawasan regional. Adapun, nilai pasar logistik Tanah Air diperkirakan mencapai Rp1.200 triliun atau sekitar 25–27 PERSEN dari produk domestik bruto (PDB). ”Yang juga besar adalah potensi domestik. Bayangkan, ekspor kita hanya 27 persen dari PDB, sisanya adalah pasar domestik. Ini akan membuat barang beredar lebih banyak di pasar domestik,”kata dia.

Kendati potensinya sangat besar, Nofrisel mengingatkan bahwa industri logistik harus memperhatikan sejumlah faktor agar bisa bersaing yakni kemampuan IT yang memadai,jaringan domestik dan internasional, kerja sama kemitraan dan sistem operasional yang mumpuni.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diserbu #BoikotJNE,...
Diserbu #BoikotJNE, Bos JNE Bantah Jika Bikin Bangkrut
Gandeng Ruangguru, JNE...
Gandeng Ruangguru, JNE Beri Akses PJJ ke Panti Asuhan
Tiga Dekade, JNE Antarkan...
Tiga Dekade, JNE Antarkan Kebahagiaan dari Hulu hingga Hilir
Berkontribusi Selama...
Berkontribusi Selama Pandemi, JNE Sabet Dua Penghargaan Bergengsi
Strategi Digital UMKM...
Strategi Digital UMKM Menghadapi The New Normal
JNE Gratiskan Kiriman...
JNE Gratiskan Kiriman Bantuan ke Lokasi Bencana Kaltim, Sumedang, dan Mamuju
Berita Terkini
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
27 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
41 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
1 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
1 jam yang lalu
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
2 jam yang lalu
Infografis
Di Tengah Genosida,...
Di Tengah Genosida, Pelaku Bisnis Israel-AS Bahas Megaproyek Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved