Ramadan, MPPA raih omset Rp2 T
Kamis, 16 Agustus 2012 - 12:18 WIB
Ramadan, MPPA raih omset Rp2 T
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang lebaran tahun ini PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat capaian omset hingga Rp2 triliun dalam kurun waktu yang hanya berselang 40 hari sebelum lebaran.
Direktur MPPA, Danny Kojongian mempublikasikan data tersebut dalam acara silaturahmi dan buka buasa bersama di Beautika Resto, Jakarta, Rabu 15 Agustus 2012.
Danny mengungkapkan, omset tersebut lebih besar atau naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 15-20 persen. "Ramadan ini menjadi penting bagi ritel seperti Hypermart," kata Danny.
Pendapatan MPPA, sambungnya, sebagian besar berasal dari Hypermart yang persentasinya mencapai 95 persen dari pendapatan MPPA. Semantara 5 persen sisanya dikontribusikan oleh anak usaha seperti Timezone, Foodmart dan lainnya.
Danny juga mengumumkan, pihaknya tengah menargetkan membuka gerai Hypermart sebanyak 17 gerai hingga akhir tahun. Untuk pembukaan satu gerai Hypermart, perseroan membutuhkan dana sebesar Rp40 miliar hingga 45 miliar. Dana itu belum termasuk lahan.
Hingga akhir Juli, lanjut Danny, pihaknya telah membuka 8 gerai. Total gerai saat ini telah mencapai 73 gerai di seluruh Indonesia. Dimana, gerai Hypermart yang terakhir dibuka di Tangerang, Banten.
Perseroan juga memastikan untuk fokus ke Indonesia bagian timur. Hypermart telah dibuka pada Juli lalu di Jayapura dan Ambon. "Ini pasar modern jadi satu kebanggaan bagi kota Ambon, lokasinya di area berbatasan yang biasanya ada konflik," tegasnya.
Direktur MPPA, Danny Kojongian mempublikasikan data tersebut dalam acara silaturahmi dan buka buasa bersama di Beautika Resto, Jakarta, Rabu 15 Agustus 2012.
Danny mengungkapkan, omset tersebut lebih besar atau naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 15-20 persen. "Ramadan ini menjadi penting bagi ritel seperti Hypermart," kata Danny.
Pendapatan MPPA, sambungnya, sebagian besar berasal dari Hypermart yang persentasinya mencapai 95 persen dari pendapatan MPPA. Semantara 5 persen sisanya dikontribusikan oleh anak usaha seperti Timezone, Foodmart dan lainnya.
Danny juga mengumumkan, pihaknya tengah menargetkan membuka gerai Hypermart sebanyak 17 gerai hingga akhir tahun. Untuk pembukaan satu gerai Hypermart, perseroan membutuhkan dana sebesar Rp40 miliar hingga 45 miliar. Dana itu belum termasuk lahan.
Hingga akhir Juli, lanjut Danny, pihaknya telah membuka 8 gerai. Total gerai saat ini telah mencapai 73 gerai di seluruh Indonesia. Dimana, gerai Hypermart yang terakhir dibuka di Tangerang, Banten.
Perseroan juga memastikan untuk fokus ke Indonesia bagian timur. Hypermart telah dibuka pada Juli lalu di Jayapura dan Ambon. "Ini pasar modern jadi satu kebanggaan bagi kota Ambon, lokasinya di area berbatasan yang biasanya ada konflik," tegasnya.
(gpr)
Lihat Juga :