Angka pengangguran ditarget turun 6,1%
Kamis, 16 Agustus 2012 - 21:47 WIB
Angka pengangguran ditarget turun 6,1%
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan angka pengangguran dapat diturunkan hingga 5,8-6,1 persen pada tahun depan.
Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025.
"Sasaran kita adalah menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi sekitar 5,8 persen sampai 6,1 persen," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Nota Keuangan, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Selain menekan angka pengangguran, pemerintah juga menargetkan menekan angka kemiskinan menjadi sekitar 9,5–10,5 persen.
"Dengan memperhatikan besarnya tantangan yang kita hadapi, kebijakan fiskal dalam tahun 2013 mendatang akan kita arahkan untuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang berkelanjutan melalui upaya penyehatan Fiskal," jelasnya.
Dengan arah kebijakan fiskal itu, pemerintah ingin menekankan pentingnya mendorong stimulus fiskal yang terukur, dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga APBN yang sehat dalam rangka mewujudkan kondisi fiskal yang berkesinambungan.
"Keseimbangan antara kedua sasaran ini harus selalu melandasi kebijakan fiskal kita sekarang dan di waktu-waktu mendatang," ungkapnya.
Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025.
"Sasaran kita adalah menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi sekitar 5,8 persen sampai 6,1 persen," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Nota Keuangan, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Selain menekan angka pengangguran, pemerintah juga menargetkan menekan angka kemiskinan menjadi sekitar 9,5–10,5 persen.
"Dengan memperhatikan besarnya tantangan yang kita hadapi, kebijakan fiskal dalam tahun 2013 mendatang akan kita arahkan untuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang berkelanjutan melalui upaya penyehatan Fiskal," jelasnya.
Dengan arah kebijakan fiskal itu, pemerintah ingin menekankan pentingnya mendorong stimulus fiskal yang terukur, dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga APBN yang sehat dalam rangka mewujudkan kondisi fiskal yang berkesinambungan.
"Keseimbangan antara kedua sasaran ini harus selalu melandasi kebijakan fiskal kita sekarang dan di waktu-waktu mendatang," ungkapnya.
(gpr)
Lihat Juga :