Pengangguran Melonjak Jadi 7,28 Juta Orang, Perindo Soroti Lemahnya Daya Beli dan Iklim Usaha
Kamis, 08 Mei 2025 - 09:34 WIB
loading...
Buruh dan karyawan keluar pabrik saat jam pulang kerja di Kawasan Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta Utara, Rabu (30/4/2025). FOTO/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Ketenagakerjaan, Agus Taufiq, mendorong pemerintah untuk melakukan upaya serius dalam menekan angka pengangguran yang meningkat. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah memberikan insentif kepada para pengusaha agar ekosistem bisnis dapat kembali bergairah dan masalah pengangguran dapat diminimalisir.
"Menurut kami, pemerintah perlu melakukan intervensi dalam bentuk insentif investasi kepada pelaku usaha, seperti pengurangan atau pemotongan pajak," kata Agus dalam konferensi pers, Rabu (7/5/2026).
Baca Juga: Angka Pengangguran Meningkat, Ketua DPP Partai Perindo: Pemerintah Perlu Intervensi
Agus menambahkan, pemerintah juga perlu memberikan kepastian hukum dan melakukan perluasan terhadap permodalan serta kemudahan perizinan. Hal ini penting untuk meyakinkan pelaku usaha agar mau berinvestasi dan melakukan ekspansi bisnis sehingga dapat membuka lapangan kerja baru dan menciptakan wirausaha-wirausaha baru.
Lebih lanjut, Agus menilai tingginya angka pengangguran juga dipicu menurunnya daya beli masyarakat akibat melemahnya ekonomi. Penurunan daya beli ini berdampak pada menurunnya permintaan terhadap produk, yang pada gilirannya mengurangi produksi.
"Menurut kami, pemerintah perlu melakukan intervensi dalam bentuk insentif investasi kepada pelaku usaha, seperti pengurangan atau pemotongan pajak," kata Agus dalam konferensi pers, Rabu (7/5/2026).
Baca Juga: Angka Pengangguran Meningkat, Ketua DPP Partai Perindo: Pemerintah Perlu Intervensi
Agus menambahkan, pemerintah juga perlu memberikan kepastian hukum dan melakukan perluasan terhadap permodalan serta kemudahan perizinan. Hal ini penting untuk meyakinkan pelaku usaha agar mau berinvestasi dan melakukan ekspansi bisnis sehingga dapat membuka lapangan kerja baru dan menciptakan wirausaha-wirausaha baru.
Lebih lanjut, Agus menilai tingginya angka pengangguran juga dipicu menurunnya daya beli masyarakat akibat melemahnya ekonomi. Penurunan daya beli ini berdampak pada menurunnya permintaan terhadap produk, yang pada gilirannya mengurangi produksi.
Lihat Juga :