Liburan Lebaran dongkrak omset Ancol
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 11:43 WIB
Liburan Lebaran dongkrak omset Ancol
A
A
A
Sindonews.com - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menargetkan jaring pengunjung total 1 juta hingga 1,5 juta orang pada momen Lebaran dan pasca Lebaran 2012. Target tersebut naik hingga 10-50 persen dari realisasi jumlah pengunjung tahun lalu yang hanya 900 ribu orang.
Direktur Utama PJAA, Budi Karya Sumadi mengungkapkan, jumlah pengunjung pada saat momen liburan hari Kemerdekaan dan Lebaran diprediksi akan mendongkrak pendapatan perseroan hingga Rp50 miliar per harinya atau naik 15 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp42 miliar.
“Namun itu perhitungan kasarnya saja, anggap saja dari tiket masuk pantai Ancol, lalu dari tiket Dunia Fantasi, Sea World dan sebagainya. Lalu juga dari bisnis makanan mungkin sekitar Rp35 miliar per hari,” katanya melalui siaran pers yang diterima Sindonews Jumat (24/82012).
Sementara pada hari-hari berikutnya pasca Lebaran, kata Budi, jumlah ini akan bergerak stabil pada kisaran 100 ribu pengunjung per harinya.
Terkait kinerja pada tahun ini PJAA memperdiksi pendapatan perseroan akan mengalami peningkatan sekitar 15 persen atau Rp1,15 triliun dibandingkan periode yang sama 2011 yang mencapai Rp1 triliun.
Budi menjelaskan, tiap tahun pihaknya meraih keuntungan sekitar Rp170 miliar dari total omset Rp1,1 triliun per tahun.
Total omset sebesar Rp1,1 triliun per tahun tersebut didapat dari alokasi nilai omset tempat rekreasi sekitar Rp600 miliar dan Rp500 miliar dari pajak tempat lain seperti restoran, cafe pantai dan stand penjualan merchandise.
"Keuntungan paling besar itu justru datang dari industri makanan dan minuman yang bekerja sama dengan kami," ungkapnya.
"Kalau tempat rekreasi keuntungannya biasanya habis untuk pembangunan jalan dan perbaikan sarana dan prasarana," sambungnya.
Kepala Bidang hubungan Internasional PJAA, Viktor Allen saat ditemui Sindonews, Kamis (23/8/2012) menambahkan, target pengunjung hingga H+4 sudah tercapai. Namun untuk nilai pendapatan selama liburan Lebaran, akan diketahui pada 2 September nanti.
"Kita belum hitung berapa nilai pasti omset yang didapat selama liburan Lebaran tahun ini, karena masa liburan kita hitung mulai dari tanggal 17 Agustus hingga tanggal 2 September nanti. Tapi yang jelas jumlah pengunjung yang kita targetkan sudah tercapai," jelas Viktor.
Hingga saat ini, lanjut Viktor, yang menjadi permasalahan adalah populasi kendaraan pribadi. PJAA saat ini terus mengupayakan agar area wisata Ancol bersih dari kendaraan pribadi.
"Kita sedang upayakan gedung parkir baru, selain itu juga kita perbanyak shuttle bus, dan juga kita tiap pagi menyewakan sepeda gratis," tambah Viktor.
Maka dari itu dengan momen lebaran ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja perseroan yang mengalami penurunan di semester satu lalu.
Sekadar informasi, PJAA mencatat penurunan laba 9,62 persen di semester I-2012 menjadi Rp70,25 miliar dari periode sebelumnya Rp77,25 miliar. Pendapatan PJAA naik dari Rp427,36 miliar menjadi Rp452,63 miliar.
Namun beban pendapatan mengalami kenaikan hingga laba kotor perseroan tak kuasa berkurang Rp20,6 miliar dari Rp203,106 miliar menjadi Rp182,66 miliar.
Laba usaha juga hanya menyisakan Rp97,102 miliar hingga Juni 2012, atau mengalami penurunan 9,92 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp107,8 miliar.
PJAA juga telah merealisasikan 30-40 persen belanja modal (capex) dari anggaran belanja modal tahun 2012 sebesar Rp900 miliar. Sebagian dana capex tersebut telah digunakan untuk beberapa wahana di kawasan Ancol.
Direktur Utama PJAA, Budi Karya Sumadi mengungkapkan, jumlah pengunjung pada saat momen liburan hari Kemerdekaan dan Lebaran diprediksi akan mendongkrak pendapatan perseroan hingga Rp50 miliar per harinya atau naik 15 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp42 miliar.
“Namun itu perhitungan kasarnya saja, anggap saja dari tiket masuk pantai Ancol, lalu dari tiket Dunia Fantasi, Sea World dan sebagainya. Lalu juga dari bisnis makanan mungkin sekitar Rp35 miliar per hari,” katanya melalui siaran pers yang diterima Sindonews Jumat (24/82012).
Sementara pada hari-hari berikutnya pasca Lebaran, kata Budi, jumlah ini akan bergerak stabil pada kisaran 100 ribu pengunjung per harinya.
Terkait kinerja pada tahun ini PJAA memperdiksi pendapatan perseroan akan mengalami peningkatan sekitar 15 persen atau Rp1,15 triliun dibandingkan periode yang sama 2011 yang mencapai Rp1 triliun.
Budi menjelaskan, tiap tahun pihaknya meraih keuntungan sekitar Rp170 miliar dari total omset Rp1,1 triliun per tahun.
Total omset sebesar Rp1,1 triliun per tahun tersebut didapat dari alokasi nilai omset tempat rekreasi sekitar Rp600 miliar dan Rp500 miliar dari pajak tempat lain seperti restoran, cafe pantai dan stand penjualan merchandise.
"Keuntungan paling besar itu justru datang dari industri makanan dan minuman yang bekerja sama dengan kami," ungkapnya.
"Kalau tempat rekreasi keuntungannya biasanya habis untuk pembangunan jalan dan perbaikan sarana dan prasarana," sambungnya.
Kepala Bidang hubungan Internasional PJAA, Viktor Allen saat ditemui Sindonews, Kamis (23/8/2012) menambahkan, target pengunjung hingga H+4 sudah tercapai. Namun untuk nilai pendapatan selama liburan Lebaran, akan diketahui pada 2 September nanti.
"Kita belum hitung berapa nilai pasti omset yang didapat selama liburan Lebaran tahun ini, karena masa liburan kita hitung mulai dari tanggal 17 Agustus hingga tanggal 2 September nanti. Tapi yang jelas jumlah pengunjung yang kita targetkan sudah tercapai," jelas Viktor.
Hingga saat ini, lanjut Viktor, yang menjadi permasalahan adalah populasi kendaraan pribadi. PJAA saat ini terus mengupayakan agar area wisata Ancol bersih dari kendaraan pribadi.
"Kita sedang upayakan gedung parkir baru, selain itu juga kita perbanyak shuttle bus, dan juga kita tiap pagi menyewakan sepeda gratis," tambah Viktor.
Maka dari itu dengan momen lebaran ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja perseroan yang mengalami penurunan di semester satu lalu.
Sekadar informasi, PJAA mencatat penurunan laba 9,62 persen di semester I-2012 menjadi Rp70,25 miliar dari periode sebelumnya Rp77,25 miliar. Pendapatan PJAA naik dari Rp427,36 miliar menjadi Rp452,63 miliar.
Namun beban pendapatan mengalami kenaikan hingga laba kotor perseroan tak kuasa berkurang Rp20,6 miliar dari Rp203,106 miliar menjadi Rp182,66 miliar.
Laba usaha juga hanya menyisakan Rp97,102 miliar hingga Juni 2012, atau mengalami penurunan 9,92 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp107,8 miliar.
PJAA juga telah merealisasikan 30-40 persen belanja modal (capex) dari anggaran belanja modal tahun 2012 sebesar Rp900 miliar. Sebagian dana capex tersebut telah digunakan untuk beberapa wahana di kawasan Ancol.
(gpr)
Lihat Juga :