Lebaran, penjualan Pertamax di DIY melonjak

Jum'at, 24 Agustus 2012 - 18:04 WIB
Lebaran, penjualan Pertamax...
Lebaran, penjualan Pertamax di DIY melonjak
A A A
Sindonews.com - Penjualan Pertamax, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di DIY melonjak cukup signifikan. Jika sebelumnya banyak SPBU merugi jualan produk ini, kini mereka bisa mereguk untung.

Hadirnya mobil pribadi plat luar daerah, mampu mendongkrak penjualan. Rata-rata lonjakan penjualan ini bisa tiga hingga empat kali lipat dibanding kondisi normal.

Ketua Paguyuban Pengelola dan Penanggungjawab SPBU Kulonprogo Dalduri Budi Prasetyo mengatakan, mayoritas pembeli Pertamax merupakan mobil-mobil asal Jabodetabek. Kebanyakan merupakan mobil mewah yang dipakai untuk kepentingan mudik di kampung halaman. Sedangkan untuk kendaraan dinas, justru tidak banyak nampak.

”Kebanyakan mereka yang mengisi Pertamax adalah mobil plat Jakarta, Bandung ataupun Bogor,” jelas Dalduri, Jumat (24/8/2012).

Dicontohkannya, di SPBU 445560-2 Wates, dalam kondisi normal pasca pembatasan BBM bersubsidi untuk mobil dinas, penjualan pertamak hanya sekitar 200 liter per hari. Namun selama arus mudik dan balik, penjualan bisa melonjak hinggan 500 atau 600 liter. Bahkan dalam sehari ada penjualan yang bisa mencapai 770 liter.

”Sekitar tiga atau empat kali lipat, kenaikan penjualan pertamax,” ujar Dirut SPBU Wates ini.

Sedangkan untuk BBM bersubsidi seperti premium, kenaikan tidaklah seberapa. Jika kondisi normal per hari bisa menjual 20 ton, kini meningkat menjadi 34 ton.

Ketua DPD Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Siswanto mengatakan kenaikan penjualan Pertamax ini bisa merata di seluruh SPBU. Sebelumnya penjualan tertinggi hanya dibukukan dari SPBU di sekitar komplek perkantoran.

Diakuinya, belum semua kendaraan dinas yang sadar akan arti pembatasan. Masih ada mobil dinas nopol luar daerah yang nakal, dan tetap mengisi BBM bersubsidi. Petugas SPBU terpaksa melayani karena enggan berdebat. Sedangkan untuk mobil dinas lokal, justru lebih bagus. ”Masih ada mobil dinas yang nakal dan mengkonsumsi premium,” ujarnya.

Menurutnya, selama lebaran ini, banyak pengelola SPBU yang menambah stok dan cadangan Pertamax. Jika kondisi normal, hanya memiliki sekitar 200 liter, ditambah hingga 800 liter hingga 1.200 liter. Sedangkan untuk premium tidak banyak berubah, karena lonjakan hanya sekita 4 ton per hari. ”Untuk solar hanya sekitar 10-15 ton saja,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Gulirkan...
Pemerintah Diminta Gulirkan Gerakan Hemat BBM
Meluruskan Pandangan...
Meluruskan Pandangan BBM Ron Tinggi Lebih Mahal dan Boros, Pengamat: Pertamax Lebih Hemat
Apakah BBM Pertamax...
Apakah BBM Pertamax Ron 92 Lebih Hemat dari Vivo Ron 92? Begini Jawabannya!
BBM Naik, Harga Pertamax...
BBM Naik, Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Terpaut Rp1.400, Apa Bedanya?
Kenaikan Harga BBM Non...
Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Jadi Peluang Menjaga Ketahanan Energi
Pertamina Turunkan Pertamax...
Pertamina Turunkan Pertamax Turbo, Bagaimana Harga Pertamax dan Pertalite?
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved