Kemendag ancam cabut izin 7 Eleven & Lawson

Sabtu, 25 Agustus 2012 - 12:41 WIB
Kemendag ancam cabut...
Kemendag ancam cabut izin 7 Eleven & Lawson
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan telah memberikan surat peringatan kepada Seven Eleven dan Lawson. Surat ini diberikan lantaran keduanya telah melanggar perizinan tentang bentuk usaha yang semula kafetaria, menjadi kafetaria dan retail.

"Seven Eleven dan Lawson hanya mengantongi perinzinan untuk kafetaria saja, dalam aturannya tidak ada retail yang sekaligus kafetaria, kalau kafetaria ya restoran, kalau retail ya retail," tegas Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Gunaryo, di Kemendag, Jakarta, Kemarin.

Gunaryo menambahkan, bila tidak diberikan tindakan yang tegas, maka bukan tidak mungkin waralaba lainnya akan mengikuti. Oleh karena itu, Kemendag meminta penjelasan dari kedua waralaba tersebut mengenai perizinannya. "Selain itu, kami juga mengharuskan kedua waralaba tersebut kembali ke format usahanya yang sesuai dengan perizinan," tambahnya.

Gunaryo menegaskan, pihaknya tidak melarang gerai manapun untuk berinovasi. Namun, yang perlu dipahami adalah 90 persen barang yang dijual harus yang sesuai dengan izin waralabanya.

"Bagi waralaba yang tidak sesuai antara izin, dan praktiknya harus segera melakukan perubahan format usaha yang sesuai dengan izin portofolionya. Kemendag akan melakukan dorongan melalui surat peringatan beberapa kali sebelum mencabut surat izin waralaba yang bersangkutan jika masih melanggar," tegasnya.

Terpisah, Dewan Pembina Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) sekaligus Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Amir Karamoy, mendukung upaya pemerintah dalam menangani kasus perizinan yang melibatkan waralaba Seven Eleven dan Lawson. "Kami mendukung soal itu. Persoalannya berapa? Angkanya belum sepakat jumlah pasti. Akan ada diskusi lagi," katanya dia.

Amir menambahkan, dalam bisnis, sebenarnya tidak terjadi yang namanya pembatasan waralaba. Meski demikian, dia menilai pembatasan tersebut harus dilakukan.

Menurutnya, International Franchise Association (IFA) telah menegaskan, apabila pembatasan dilakukan maka Indonesia akan jadi satu-satunya negara di dunia yang melakukan pembatasan waralaba. Selain itu, akan ada dampak ke waralaba asing. "Tapi saya katakan ada filosofi yang harus kita taati. Akhirnya mereka mencoba mengerti," tukas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pameran Waralaba FLEI...
Pameran Waralaba FLEI 2024 Bakal Digelar di Jakarta, Catat Tanggalnya
Indonesia Franchise...
Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
Optimistis Sambut Tahun...
Optimistis Sambut Tahun Baru, 87 Persen Pengusaha Waralaba Siap Ekspansi di 2022
Sangat Prospek, di Tengah...
Sangat Prospek, di Tengah Krisis, Waralaba Alfamart Tetap Bertumbuh
10 Franchise dengan...
10 Franchise dengan Film Terbanyak, Ada yang Sampai Ratusan
Permintaan Tinggi, Franchise...
Permintaan Tinggi, Franchise & License Expo Indonesia Hadir 2 Kali Tahun Ini
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
19 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
44 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved