TDL batal naik, subsidi listrik capai Rp92 T

Selasa, 28 Agustus 2012 - 12:15 WIB
TDL batal naik, subsidi...
TDL batal naik, subsidi listrik capai Rp92 T
A A A
Sindonews.com - Proses pengajuan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) saat ini sedang dalam pembahasan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR RI. Jika pengajuan kenaikan 16 persen tersebut tidak disetujui, maka dimungkinkan subsidi listrik akan membengkak menjadi Rp92 triliun.

"Subisdi untuk 2013 kan sekitar Rp80 triliun, tapi untuk itu perlu dinaikkan TDL. Supaya tidak terlalu berat kenaikannya per triwulanan. Kalau tidak dinaikkan berarti untuk Rp80 trilun tambah Rp12 trilun, sekitar Rp92 trilun," kata Direktur Jendral Ketenagalistrikan, Jarman di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Jarman menjelaskan, kenaikan TDL akan dibagi per triwulan. Jika misalnya, triwulan I kenaikan terjadi 4,3 persen maka untuk triwulan selanjutnya akan disesuaikan hingga akhir tahun 2013. "Kita yang jelas akan usulkan bahwa tiap triwulanan kita akan naik. Sekitar 4 persen-an atau 4,3 persen-an lah," jelasnya.

Sedangkan untuk golongan yang dikenakan kenaikan, Jarman mengaku belum ada kepastian. Namun PT PLN (persero) sebelumnya sudah ditugaskan untuk merinci secara jelas pengelompokan pengguna listrik. "kita nanti harus laporkan dulu ke DPR, nanti atas dasar penilaian DPR baru nanti ketahuan golongan mana yang akan dinaikkan," pungkas Jarman.

Sebelumnya, Menteri ESDM, Jero Wacik menyatakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di 2013 akan mencapai 16 persen. Angka tersebut nantinya akan diajukan dan dibicarakan ke Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Kita sedang cari jadwal untuk rapat kerja," ujar Jero seusai melaksanakan Halal bihalal di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Dia menjelaskan, 16 persen kenaikan TDL akan diusulkan untuk tidak sekaligus, namun dicicil. Kemungkinan akan dibagi per kuartal atau menurutnya bisa saja kenaikan terjadi per bulan.

"Rencananya per kuartal, biar tidak terasa, kalau terus naik 1 persen kira-kira per bulan untuk membantu negeri kita, salah satunya turunkan subsidi. Jadi kalau ada rejeki kita bagi-bagi untuk rakyat kalau ada beban kita tanggung bersama," jelasnya.

Sedangkan, pengguna yang akan dikenakan kenaikan TDL, rencananya diperuntukan untuk 6.000 VA ke atas. "Kalau orang pakai 450 VA itu termasuk golongan bawah, kalau yang sudah 6.000-9.000 VA itu termasuk orang yang AC-nya 5, masa harus disubsidi banyak-banyak? Logika aja," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirut PLN Ungkap Alasan...
Dirut PLN Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Tarif Listrik 3.500 VA ke Atas
Tarif Listrik Naik,...
Tarif Listrik Naik, PLN Sebut Dana Kompensasi yang Dinikmati Pelanggan Kaya Capai Rp4 Triliun
Tarif Listrik Belum...
Tarif Listrik Belum Pernah Naik Sejak 2017, Subsidi yang Diguyur Capai Rp337,47 T
Ini Alasan Pemerintah...
Ini Alasan Pemerintah Turunkan Tarif Listrik Pelanggan Non Subsidi
Pemerintah Lunasi Kompensasi...
Pemerintah Lunasi Kompensasi Listrik Rp17,83 Triliun ke PLN
PLN: Tidak Ada Kenaikan...
PLN: Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik, Hanya Realokasi Bantuan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved