SK harga listrik geothermal segera terbit
Rabu, 29 Agustus 2012 - 11:00 WIB
SK harga listrik geothermal segera terbit
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengumumkan kepastian harga jual listrik yang dihasilkan dari pembangkit tenaga panas bumi. Harga tersebut nantinya tertera pada Surat Keputusan (SK) Kementerian ESDM, yang akan dikeluarkan pekan ini.
"Pada SK Mentri itu sudah dipastikan memberi harga yang cukup baik untuk geothermal. SK itu sedang di Kementerian Hukum dan HAM. Minggu ini akan keluar," kata Jero dalam kata sambutan pada acara Indonesia International Infrastructure, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia menuturkan, wilayah Sumatera harga yang ditetapkan adalah USD10 sen per kWh, Jawa Bali USD11 sen per kWh, Sulawesi (Tengah, Tenggara Selatan) USD12 sen per kWh, Sulawesi Utara dan Gorontalo USD13 sen kWh, NTb dan NTT USD14sen per kWh, Papua USD18 sen per kWh.
Dengan kenaikan harga yang sebelumnya ditetapkan maksimal USD9,7 sen per kWh, menurut Jero dapat merangsang sektor industri untuk lebih mengembangkan energi ini. "Semua industri geothermal seakan senang bersorak bergairah mendengar kabar itu. Jadi do it from now," tegas Jero.
Saat ini patokan harga listrik yang baru selesai SK-nya adalah harga listrik geothermal, akan dilanjutkan dengan pembangkit listrik biomasa, air, matahari, angin, gelombang laut, semua sumber-sumber energi alternatif itu akan digali dan akan didorong dengan keras, termasuk pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar sampah.
“Di sisa kepemimpinan saya dua tahun mendatang, saya punya kenyakinan, dalam dua tahun akan banyak sekali yang akan kita capai di bidang energi dan sumber daya mineral khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan yang merupakan salah satu kunci kita, listrik dengan energi baru terbarukan akan kami "genjot" sekeras-kerasnya, harga-harga baru akan kami tetapkan sehingga lebih menarik bagi investor," ujar Jero.
"Pada SK Mentri itu sudah dipastikan memberi harga yang cukup baik untuk geothermal. SK itu sedang di Kementerian Hukum dan HAM. Minggu ini akan keluar," kata Jero dalam kata sambutan pada acara Indonesia International Infrastructure, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dia menuturkan, wilayah Sumatera harga yang ditetapkan adalah USD10 sen per kWh, Jawa Bali USD11 sen per kWh, Sulawesi (Tengah, Tenggara Selatan) USD12 sen per kWh, Sulawesi Utara dan Gorontalo USD13 sen kWh, NTb dan NTT USD14sen per kWh, Papua USD18 sen per kWh.
Dengan kenaikan harga yang sebelumnya ditetapkan maksimal USD9,7 sen per kWh, menurut Jero dapat merangsang sektor industri untuk lebih mengembangkan energi ini. "Semua industri geothermal seakan senang bersorak bergairah mendengar kabar itu. Jadi do it from now," tegas Jero.
Saat ini patokan harga listrik yang baru selesai SK-nya adalah harga listrik geothermal, akan dilanjutkan dengan pembangkit listrik biomasa, air, matahari, angin, gelombang laut, semua sumber-sumber energi alternatif itu akan digali dan akan didorong dengan keras, termasuk pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar sampah.
“Di sisa kepemimpinan saya dua tahun mendatang, saya punya kenyakinan, dalam dua tahun akan banyak sekali yang akan kita capai di bidang energi dan sumber daya mineral khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan yang merupakan salah satu kunci kita, listrik dengan energi baru terbarukan akan kami "genjot" sekeras-kerasnya, harga-harga baru akan kami tetapkan sehingga lebih menarik bagi investor," ujar Jero.
(gpr)
Lihat Juga :