Kereta Bandara Karawang-Jakarta ditender tahun depan
Rabu, 29 Agustus 2012 - 16:03 WIB
Kereta Bandara Karawang-Jakarta ditender tahun depan
A
A
A
Sindonews.com - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti menyatakan, pihaknya sedang mempersiapkan proyek Toll Road dan kereta bandara dari Karawang ke Jakarta. Jalur ini nantinya juga sekaligus dapat menghubungkan bandara Karawang yang akan dibangun dengan Bandara Soekarno-Hatta Banten.
Walaupun masih dalam tahapan feasibility study (FS) namun menurutnya, sudah ada beberapa investor yang mengungkapkan ketertarikannya. "Dari Jepang ada, lokal ada, dari Singapura ada," ujarnya di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Herry belum dapat menuturkan nilai investasinya secara detail. Sedangkan untuk lahan yang akan dipergunakan, menurutnya, akan dibicarakan dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat-Banten dan Perum Perhutani Unit III yang meliputi 80 persen pemilik lahan.
"Proses pengadaan lahan akan dibicarkan bersama Pemda, maupun kehutanan dari Perhutani. Karena sebagian lahan disitu adalah lahan milik Perhutani," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martin menyatakan, proyek tersebut akan memulai tender tahun 2013. PT SMI merupakan katalis atau fasilitator dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
"Saat ini baru selesai due diligence. Kita targetkan tahun depan akan memulai tender. Sehabis due diligence harus dilanjutkan dengan pendalaman study. Study angka, study hukumnya, jalurnya yang mana," ucap Emma dikesempatan yang sama.
Emma mengakui pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan beberapa stakeholder seperti Pemprov DKI, Pemprov Banten, Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Angkasa Pura, PT KAI dan Jasa Marga.
"Semua pihak kita koordinasikan. Oleh karena itu membicarakan infrastruktur persepsinya harus sama dulu agar enak. Bila sudah ada pemenangnya tender, baru kita masukkan nilai kontruksi,"pungkasnya.
Walaupun masih dalam tahapan feasibility study (FS) namun menurutnya, sudah ada beberapa investor yang mengungkapkan ketertarikannya. "Dari Jepang ada, lokal ada, dari Singapura ada," ujarnya di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Herry belum dapat menuturkan nilai investasinya secara detail. Sedangkan untuk lahan yang akan dipergunakan, menurutnya, akan dibicarakan dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat-Banten dan Perum Perhutani Unit III yang meliputi 80 persen pemilik lahan.
"Proses pengadaan lahan akan dibicarkan bersama Pemda, maupun kehutanan dari Perhutani. Karena sebagian lahan disitu adalah lahan milik Perhutani," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martin menyatakan, proyek tersebut akan memulai tender tahun 2013. PT SMI merupakan katalis atau fasilitator dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
"Saat ini baru selesai due diligence. Kita targetkan tahun depan akan memulai tender. Sehabis due diligence harus dilanjutkan dengan pendalaman study. Study angka, study hukumnya, jalurnya yang mana," ucap Emma dikesempatan yang sama.
Emma mengakui pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan beberapa stakeholder seperti Pemprov DKI, Pemprov Banten, Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, Angkasa Pura, PT KAI dan Jasa Marga.
"Semua pihak kita koordinasikan. Oleh karena itu membicarakan infrastruktur persepsinya harus sama dulu agar enak. Bila sudah ada pemenangnya tender, baru kita masukkan nilai kontruksi,"pungkasnya.
(and)
Lihat Juga :