Kelompok atas tetap nikmati subsidi listrik
Rabu, 29 Agustus 2012 - 17:25 WIB
Kelompok atas tetap nikmati subsidi listrik
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mengakui subsidi listrik yang diberikan nantinya tetap akan dinikmati oleh kelompok menengah ke atas. Walaupun, nantinya jika disetujui DPR RI kelompok tersebut akan menghadapi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) secara bertahap dengan total besaran 16 persen.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, baik industri ataupun mal yang merupakan bagian dari kelompok menengah keatas yang menerima subsidi. Sehingga harus membayar lebih mahal.
"Ya kalau usulan kita kan sebaikanya yang sudah mampu membayar lebih mahal dari yang tidak mampu, logikanya begitu," kata Jarman di Jakarta Convension Center, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Walaupun tidak ditargetkan, namun Jarman menginginkan kelompok itu nantinya dapat membayar TDL sesuai dengan harga keekonomian atau tanpa subsidi. "Sesuatu itu harus bertahap, sekalipun orang mampu kalaupun dicabut kan kaget juga gitu," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah terus mematangkan rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang akan diberlakukan tahun depan. Salah satu opsi yang muncul, yakni menaikkan tarif listrik sebesar 1 persen per bulan hingga mencapai 16 persen.
Opsi itu merupakan alternatif dari skenario kenaikan sebesar 4 persen tiap triwulan.“Jadi misalnya dari bayar Rp200 ribu, lalu naik sebesar Rp2.000 per bulan, pasti masyarakat mampu. Ini demi mengurangi subsidi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di sela acara halalbihalal di Jakarta kemarin.
Baca ulasannya di Koran Sindo
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, baik industri ataupun mal yang merupakan bagian dari kelompok menengah keatas yang menerima subsidi. Sehingga harus membayar lebih mahal.
"Ya kalau usulan kita kan sebaikanya yang sudah mampu membayar lebih mahal dari yang tidak mampu, logikanya begitu," kata Jarman di Jakarta Convension Center, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Walaupun tidak ditargetkan, namun Jarman menginginkan kelompok itu nantinya dapat membayar TDL sesuai dengan harga keekonomian atau tanpa subsidi. "Sesuatu itu harus bertahap, sekalipun orang mampu kalaupun dicabut kan kaget juga gitu," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah terus mematangkan rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) yang akan diberlakukan tahun depan. Salah satu opsi yang muncul, yakni menaikkan tarif listrik sebesar 1 persen per bulan hingga mencapai 16 persen.
Opsi itu merupakan alternatif dari skenario kenaikan sebesar 4 persen tiap triwulan.“Jadi misalnya dari bayar Rp200 ribu, lalu naik sebesar Rp2.000 per bulan, pasti masyarakat mampu. Ini demi mengurangi subsidi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di sela acara halalbihalal di Jakarta kemarin.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Lihat Juga :