Energi harus jadi leading sector
Kamis, 30 Agustus 2012 - 14:10 WIB
Energi harus jadi leading sector
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Dewi Ariyani memandang energi harus diposisikan sebagai leading sector dalam pembuatan berbagai kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penyesuaian Tarif Dasar Listrik (TDL).
Dirinya berpendapat, pemerintah harus segera mempercepat rencana diversifikasi energi terutama yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit-pembangkit listrik.
"Rencana jangka panjang, keenergian negara ini harus dibangun dari sekarang. Skenario kebijakan energi harus segera dibuat dan ditetapkan blue print-nya," ungkapnya kepada Sindonews saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (30/8/2012).
Lebih lanjut dirinya menambahkan, dengan segera dilakukannya diversifikasi bahan bakar untuk pembangkit tersebut, diharapkan proses produksi listrik dapat lebih efisien dengan biaya yang lebih murah.
"Power plant harus mulai menggunakan sumber energi batubara (termasuk gasanisasi low rank batubara) dan ke depan maksimalkan pembangunan power plan berbasis gas. Ini akan mengurangi pemakaian BBM yang berharga mahal," tegasnya.
"Tidak bisa parsial menangani energi karena semua kebijakan akan berdampak kepada sektor lain. Karenanya energi memang harus diposisikan sebagai leading sector dalam pembuatan berbagai kebijakan di negeri ini," tambahnya.
Baca ulasannya di Koran Sindo
Dirinya berpendapat, pemerintah harus segera mempercepat rencana diversifikasi energi terutama yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit-pembangkit listrik.
"Rencana jangka panjang, keenergian negara ini harus dibangun dari sekarang. Skenario kebijakan energi harus segera dibuat dan ditetapkan blue print-nya," ungkapnya kepada Sindonews saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kamis (30/8/2012).
Lebih lanjut dirinya menambahkan, dengan segera dilakukannya diversifikasi bahan bakar untuk pembangkit tersebut, diharapkan proses produksi listrik dapat lebih efisien dengan biaya yang lebih murah.
"Power plant harus mulai menggunakan sumber energi batubara (termasuk gasanisasi low rank batubara) dan ke depan maksimalkan pembangunan power plan berbasis gas. Ini akan mengurangi pemakaian BBM yang berharga mahal," tegasnya.
"Tidak bisa parsial menangani energi karena semua kebijakan akan berdampak kepada sektor lain. Karenanya energi memang harus diposisikan sebagai leading sector dalam pembuatan berbagai kebijakan di negeri ini," tambahnya.
Baca ulasannya di Koran Sindo
(gpr)
Lihat Juga :