Gejolak ekonomi global, performa PT ANTAM stabil
Sabtu, 01 September 2012 - 11:51 WIB
Gejolak ekonomi global, performa PT ANTAM stabil
A
A
A
Sindonews.com - Di tengah volatilitas harga komoditas global, PT ANTAM (Persero) Tbk (ASX - ATM; IDX – ANTM;) tetap membukukan profitabilitas sekaligus mengumumkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan (dibagikan) kepada pemilik entitas induk sebesar Rp476 miliar dan laba bersih per saham dasar (Earnings per Share/EPS) sebesar Rp49,97 untuk semester pertama tahun 2012.
“Kinerja finansial ANTAM tetap mencatatkan keuntungan di tengah volatilitas harga komoditas global. Kami telah menempatkan program penghematan biaya sebagai prioritas utama. Sampai bulan Juli 2012 kami telah berhasil menghemat hampir Rp8 miliar melalui berbagai upaya efisiensi. Di tengah volatilitas pasar saat ini, kami tetap berkomitmen untuk meneruskan penyelesaian proyekproyek pertumbuhan utama. Konstruksi proyek CGA Tayan telah mencapai 83% sementara konstruksi proyek FeNi Haltim sudah mencapai 25%.” ujar Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Sabtu 1 September 2012.
Alwinsyah juga mengumumkan pendapatan PT ANTAM pada semester pertama tahun 2012 tercatat sebesar Rp4,5 triliun dengan peningkatan pendapatan dari komoditas emas dan bijih nikel. "Komoditas emas menyumbang 41% dari pendapatan Antam pada semester I 2012. Pada semester I 2012, PT ANTAM juga membukukan kenaikan dividen dari PT Nusa Halmahera Minerals sebesar 39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 menjadi Rp238 miliar," sambungnya.
Kas dan setara kas PT ANTAM pada 30 Juni 2012 tercatat sebesar Rp5,2 triliun sebagian besar terdiri dari kas dan deposito berjangka
di beberapa bank nasional dan internasional. Sementara per 30 Juni 2012, liabilitas interest bearing tercatat sebesar Rp3 triliun yang merupakan hutang obligasi.
"Likuiditas PT ANTAM tetap baik dengan rasio lancar sebesar 4,9x per 30 Juni 2012. Struktur keuangan PT ANTAM juga masih tercatat kuat di tengah volatilitas harga komoditas. Rasio liabilitas interest bearing terhadap ekuitas tercatat 29% pada 30 Juni 2012," tegasnya pecaya diri.
“Kinerja finansial ANTAM tetap mencatatkan keuntungan di tengah volatilitas harga komoditas global. Kami telah menempatkan program penghematan biaya sebagai prioritas utama. Sampai bulan Juli 2012 kami telah berhasil menghemat hampir Rp8 miliar melalui berbagai upaya efisiensi. Di tengah volatilitas pasar saat ini, kami tetap berkomitmen untuk meneruskan penyelesaian proyekproyek pertumbuhan utama. Konstruksi proyek CGA Tayan telah mencapai 83% sementara konstruksi proyek FeNi Haltim sudah mencapai 25%.” ujar Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Sabtu 1 September 2012.
Alwinsyah juga mengumumkan pendapatan PT ANTAM pada semester pertama tahun 2012 tercatat sebesar Rp4,5 triliun dengan peningkatan pendapatan dari komoditas emas dan bijih nikel. "Komoditas emas menyumbang 41% dari pendapatan Antam pada semester I 2012. Pada semester I 2012, PT ANTAM juga membukukan kenaikan dividen dari PT Nusa Halmahera Minerals sebesar 39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 menjadi Rp238 miliar," sambungnya.
Kas dan setara kas PT ANTAM pada 30 Juni 2012 tercatat sebesar Rp5,2 triliun sebagian besar terdiri dari kas dan deposito berjangka
di beberapa bank nasional dan internasional. Sementara per 30 Juni 2012, liabilitas interest bearing tercatat sebesar Rp3 triliun yang merupakan hutang obligasi.
"Likuiditas PT ANTAM tetap baik dengan rasio lancar sebesar 4,9x per 30 Juni 2012. Struktur keuangan PT ANTAM juga masih tercatat kuat di tengah volatilitas harga komoditas. Rasio liabilitas interest bearing terhadap ekuitas tercatat 29% pada 30 Juni 2012," tegasnya pecaya diri.
(gpr)
Lihat Juga :