13.567 warga Kabupaten Semarang menganggur

Selasa, 04 September 2012 - 05:30 WIB
13.567 warga Kabupaten...
13.567 warga Kabupaten Semarang menganggur
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 13.567 jiwa warga Kabupaten Semarang, Jateng menganggur. Tingginya angka pengangguran itu disebabkan laju pertumbuhan angkatan kerja di Kabupaten Semarang tidak diikuti dengan pertumbuhan atau pertambahan lapangan kerja. Sehingga antara pertambahan angkatan kerja dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak seimbang.

Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang Suroso pertumbuhan lapangan kerja di Kabupaten Semarang terhitung rendah. Sehingga jumlah pencari kerja yang jumlahnya mencapai ribuan orang tidak bisa mendapatkan kesempatan kerja.

"Hingga akhir Agustus lalu, jumlah pencari kerja yang terdaftar di Dinsosnakertrans mencapai 13.567 orang. Angka tersebut tidak sebanding dengan jumlah permintaan kebutuhan tenaga kerja yang jumlahnya hanya sebanyak 5.379 orang," jelasnya, Senin (3/9/2012).

Menurut dia, sejauh ini jumlah tenaga kerja yang sudah ditempatkan baru mencapai 4.330 orang. Sisanya masih menunggu permintaan tenaga kerja dari sejumlah perusahaan swasta yang di Kabupaten Semarang. Pemkab Semarang berharap pada akhir 2012 nanti angka penyerapan tenaga kerja bisa meningkat agar jumlah warga yang menganggur bisa berkurang.

Suroso mengungkapkan, rendahnya pertumbuhan lapangan kerja dan semakin tingginya angka pengangguran tersebut menuntut pemerintah untuk lebih serius dalam menangani masalah sosial dibidang ketenagakerjaan. Guna mengatasi masalah ini, Pemkab Semarang telah menggelar program pendidikan ketrampilan kerja bagi penduduk usia kerja.

"Program tersebut diantaranya, program kewirausahaan, pelatihan ketrampilan, penyaluran dan penempatan pencari kerja, bantuan dana untuk pencari kerja dan program transmigrasi," terangnya.

Lebih jauh Suroso memprediksi pada pertengahan September ini jumlah permintaan tenaga kerja di Kabupaten Semarang akan mengalami peningkatan. Itu didasarkan pada mutasi atau pergeseran karyawan di beberapa perusahaan yang dilakukan secara rutin setiap tahun.

"Biasanya pergeseran karyawan disejumlah perusahaan dilakukan pasca lebaran. Sehingga akan ada pembukaan lowongan pekerjaan. Biasanya lowongan kerja di perusahaan masyoritas untuk tenaga produksi di sektor garmen," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang Romlah mengatakan, guna mengatasi tinginya angka pencari kerja, Dinsosnakertrans aktif melaksanakan program transmigrasi.

"Minat masyarakat Kabupaten Semarang untuk mengikuti program transmigrasi cukup tinggi. Ini terbukti dari banyaknya warga yang mendaftar sebagai peserta transmigrasi," katanya.

Menurut dia, program transmigrasi sejauh ini sangat membantu dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Semarang. "Program transmigrasi mampu mengurangi jumlah pengangguran dalam jumlah yang cukup banyak," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angka Pengangguran Jawa...
Angka Pengangguran Jawa Barat Tertinggi di Indonesia
Angka pengangguran Agustus...
Angka pengangguran Agustus Capai 8,42 Juta Orang
Angka Pengangguran di...
Angka Pengangguran di Kota Makassar Mulai Mengalami Penurunan
Pengangguran Usia Muda...
Pengangguran Usia Muda Banyak, Pemerintah Diminta Sediakan Pelatihan
7,86 Juta Orang Indonesia...
7,86 Juta Orang Indonesia Nganggur, Pengamat UI: Isu Serius dan Butuh Perhatian
Pelatihan Las Gratis...
Pelatihan Las Gratis untuk Kurangi Angka Pengganguran
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved