Delegasi ASEAN-GCC bahas ketahanan pangan di Padang

Selasa, 04 September 2012 - 12:48 WIB
Delegasi ASEAN-GCC bahas...
Delegasi ASEAN-GCC bahas ketahanan pangan di Padang
A A A
Sindonews.com - Delegasi anggota ASEAN mengadakan pertemuan dengan anggota Gulf Cooperation Council (GCC) dari lima negara yaitu Bharain, Saudi Arabia, Oman, Qatar, dan Kuwait membahas ketahanan pangan dan investasi di bidang pertanian semenjak hari ini hingga 6 September mendatang.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang membuka acara itu mengatakan provinsi Sumatera Barat termasuk daerah surplus beras sehingga ada potensi dan peluang investasi bidang pertanian yang bisa ditawarkan.

"Yang bisa ditawarkan saat ini adalah perikanan tuna, produk pertanian (beras, sayur dan buah) organik, produk perkebunan sawit, kakao, gambir, kayu manis, kelapa, karet, nilam dan kopi," katanya di hadapan 48 perserta dari 12 negara yang hadir dalam acara working group tersebut, Selasa (4/9/2012).

Sementara Sekjen Kementerian Pertanian RI Hari Priyono mengatakan saat ini tantangan dunia terkait perubahan iklim, energi, ketahanan pangan, produksi dan produktitvitas telah mempengaruhi kawasan ASEAN dan GCC.

"Meningkatnya populasi ASEAN dan GCC yang akan mencapai 700 juta jiwa dalam waktu dekat bisa mengakibatkan semakin meningkatnya keperluan pemenuhan pandang, pasokan energi, perluasan lapangan kerja," ujar Hari.

Katanya, dengan kondisi itu menyebabkan isu ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam kerjasama ASEAN. Dalam kerja sama ASEAN dan GCC ada tiga poin penting yang menjadi fokus yaitu ketahanan pangan, investasi pertanian, dan undang-undang serta kerangka peraturan untuk berinvestasi pertanian.

"Kita juga mengharapkan dukungan dari GCC untuk berinvestasi pada pengembangan pertanian dan ketahanan pangan khususnya untuk mendukung implementasi ASEAN intregated food security Framework (AIFS) dan rencana aksi strategis ketahanan pangan yang telah dimiliki ASEAN," tuturnya.

Sedangkan perwakilan dari GCC Hilal Ambusaidi menjelaskan latar belakang sejarah, budaya, perekonomian dan hubungan diantara dua kawasan menyebabkan ASEAN dan GCC perlu mempererat hubungannya.

"Pertemuan pertama tentang ketahanan pangan yang telah diselenggarakan di Doha, Qatar merupakan tahap ekplorasi kesiapan kerjasama dan pertemuan kedua hari ini menjadi langkah awal bagi penyusunan jadwal program kerjasama yang akan segera diimplementasikan," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
45 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved