Potensi Bakrie default ancam saham Pemda NTB
Kamis, 06 September 2012 - 18:55 WIB
Potensi Bakrie default ancam saham Pemda NTB
A
A
A
Sindonews.com - Semua pihak yang terkait dalam saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mesti mewaspadai potensi default Bakrie Group atas utangnya pada Credit Suisse Group. Apalagi untuk Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah pusat dan rakyat Indonesia.
Diketahui, Bakrie Group melalui PT Multicapital memiliki saham 24 persen bersama Pemda NTB dengan nama konsorsium PT Multi Daerah Bersaing (MDB).
"Hal ini disebabkan oleh penurunan tajam harga batubara dunia, yaitu dari kisaran USD140 per ton di awal 2011 menjadi di bawah USD90 per ton dan tren penurunan ini diperkirakan masih akan berlangsung lama," kata Founder Katadata, Lin Che Wei di Menara BCA, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Jika default, menurutnya saham Newmont milik MDB beralih ke tangan kreditor asing, maka tujuan divestasi yang semula dimaksudkan untuk mengembalikan saham Newmont ke pihak nasional, tidak tercapai.
Katadata mencatat sejumlah perusahaan Bakrie di bursa Jakarta dan London kian tertekan sejak awal 2011. Di antaranya PT Bumi Resource Tbk 77 persen, dan PT Bakrie and Brothers 29 persen.
"Dua saham ini sudah mengalami tekanan cukup kuat sejak 2005 dengan posisi level tertinggi pada 12 Juni 2008 yaitu Rp8.550 per saham dan kemudian saham Bumi Plc di London 74 persen dan Bumi Resources Mineral Tbk 36 persen," jelasnya.
Diketahui, Bakrie Group melalui PT Multicapital memiliki saham 24 persen bersama Pemda NTB dengan nama konsorsium PT Multi Daerah Bersaing (MDB).
"Hal ini disebabkan oleh penurunan tajam harga batubara dunia, yaitu dari kisaran USD140 per ton di awal 2011 menjadi di bawah USD90 per ton dan tren penurunan ini diperkirakan masih akan berlangsung lama," kata Founder Katadata, Lin Che Wei di Menara BCA, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Jika default, menurutnya saham Newmont milik MDB beralih ke tangan kreditor asing, maka tujuan divestasi yang semula dimaksudkan untuk mengembalikan saham Newmont ke pihak nasional, tidak tercapai.
Katadata mencatat sejumlah perusahaan Bakrie di bursa Jakarta dan London kian tertekan sejak awal 2011. Di antaranya PT Bumi Resource Tbk 77 persen, dan PT Bakrie and Brothers 29 persen.
"Dua saham ini sudah mengalami tekanan cukup kuat sejak 2005 dengan posisi level tertinggi pada 12 Juni 2008 yaitu Rp8.550 per saham dan kemudian saham Bumi Plc di London 74 persen dan Bumi Resources Mineral Tbk 36 persen," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :