Pengelola Blok Cepu diminta peduli kesehatan warga
Jum'at, 07 September 2012 - 07:30 WIB
Pengelola Blok Cepu diminta peduli kesehatan warga
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksana proyek Blok Cepu di Bojonegoro diminta memerhatikan kondisi kesehatan warga sekitar. Sebab, warga yang terus terpapar debu atau menghirup udara kotor rentan terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) atau penyakit pernapasan lainnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bojonegoro, Muhammad Ihsan, mengatakan, debu yang ditimbulkan dari kegiatan proyek minyak Blok Cepu menyebabkan kualitas udara menjadi kotor. Bila udara kotor itu terhirup dan masuk ke saluran pernapasan maka akan menyebabkan iritasi dan infeksi.
“Debu yang terhirup akan mudah menyebabkan saluran pernapasan terganggu,” ujarnya pada SINDO, Kamis (06/9/2012)
Debu yang beterbangan di udara itu juga rawan membawa logam berat halus. Bila logam berat halus itu masuk ke saluran pernapasan maka dampaknya bisa merugikan kesehatan.
Ia mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak Puskesmas Kalitidu. Namun, ia sudah meminta pada pihak Puskesmas Kalitidu untuk cepat menangani penderita yang mengeluhkan gangguan pernapasan itu. Selama Agustus 2012 tercatat ada 140 kasus ISPA yang diderita oleh warga dari 16 desa di sekitar Blok Cepu.
Menurutnya, warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan bisa segera berobat ke sejumlah puskesmas di sekitar Blok Cepu. Yakni di Puskesmas Kalitidu, Puskesmas Pungpungan, Puskesmas Ngasem, dan Puskesmas Ngantru.
Menanggapi hal ini, Field Public and Government Affairs Manager PT Mobil Cepu Limited, Rexy Mawardijaya, mengatakan, sebelum ada kegiatan proyek Blok Cepu, kasus temuan ISPA saat musim kemarau di Bojonegoro memang cenderung tinggi.
PT Mobil Cepu Limited, anak perusahaan Exxon Mobil Corporation asal Amerika Serikat, adalah pengelola lapangan minyak mentah Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro. “Sebelum ada proyek Blok Cepu, kasus ISPA memang tinggi,” kilahnya.
Rexy mengaku, pihaknya memberikan perhatian kondisi kesehatan warga di sekitar proyek Blok Cepu. Sejak proyek Blok Cepu dimulai, kata dia, pihaknya memberikan layanan kesehatan gratis di sejumlah puskesmas. “Kami juga mengoperasikan mobil layanan kesehatan untuk memeriksa kesehatan warga secara rutin,” ujarnya.
Debu dari kegiatan proyek Blok Cepu beberapa waktu lalu juga sempat diprotes warga Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, warga memasang tong bekas di tengah jalan untuk memblokade truk pengangkut tanah uruk yang akan melintas.
Sementara itu, berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, selama tahun 2011 tercatat ada 194.698 kasus ISPA yang diderita warga atau sekitar 34,22 persen. Kasus ISPA menempati urutan pertama kasus penyakit yang dikeluhkan warga. Sedangkan, kasus penyakit diare sebanyak 20.845 atau sekitar 3,66 persen.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bojonegoro, Muhammad Ihsan, mengatakan, debu yang ditimbulkan dari kegiatan proyek minyak Blok Cepu menyebabkan kualitas udara menjadi kotor. Bila udara kotor itu terhirup dan masuk ke saluran pernapasan maka akan menyebabkan iritasi dan infeksi.
“Debu yang terhirup akan mudah menyebabkan saluran pernapasan terganggu,” ujarnya pada SINDO, Kamis (06/9/2012)
Debu yang beterbangan di udara itu juga rawan membawa logam berat halus. Bila logam berat halus itu masuk ke saluran pernapasan maka dampaknya bisa merugikan kesehatan.
Ia mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak Puskesmas Kalitidu. Namun, ia sudah meminta pada pihak Puskesmas Kalitidu untuk cepat menangani penderita yang mengeluhkan gangguan pernapasan itu. Selama Agustus 2012 tercatat ada 140 kasus ISPA yang diderita oleh warga dari 16 desa di sekitar Blok Cepu.
Menurutnya, warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan bisa segera berobat ke sejumlah puskesmas di sekitar Blok Cepu. Yakni di Puskesmas Kalitidu, Puskesmas Pungpungan, Puskesmas Ngasem, dan Puskesmas Ngantru.
Menanggapi hal ini, Field Public and Government Affairs Manager PT Mobil Cepu Limited, Rexy Mawardijaya, mengatakan, sebelum ada kegiatan proyek Blok Cepu, kasus temuan ISPA saat musim kemarau di Bojonegoro memang cenderung tinggi.
PT Mobil Cepu Limited, anak perusahaan Exxon Mobil Corporation asal Amerika Serikat, adalah pengelola lapangan minyak mentah Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro. “Sebelum ada proyek Blok Cepu, kasus ISPA memang tinggi,” kilahnya.
Rexy mengaku, pihaknya memberikan perhatian kondisi kesehatan warga di sekitar proyek Blok Cepu. Sejak proyek Blok Cepu dimulai, kata dia, pihaknya memberikan layanan kesehatan gratis di sejumlah puskesmas. “Kami juga mengoperasikan mobil layanan kesehatan untuk memeriksa kesehatan warga secara rutin,” ujarnya.
Debu dari kegiatan proyek Blok Cepu beberapa waktu lalu juga sempat diprotes warga Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, warga memasang tong bekas di tengah jalan untuk memblokade truk pengangkut tanah uruk yang akan melintas.
Sementara itu, berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, selama tahun 2011 tercatat ada 194.698 kasus ISPA yang diderita warga atau sekitar 34,22 persen. Kasus ISPA menempati urutan pertama kasus penyakit yang dikeluhkan warga. Sedangkan, kasus penyakit diare sebanyak 20.845 atau sekitar 3,66 persen.
(gpr)
Lihat Juga :