Bank Syariah belum waktunya IPO

Senin, 10 September 2012 - 11:09 WIB
Bank Syariah belum waktunya...
Bank Syariah belum waktunya IPO
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) berharap industri perbankan syariah tidak terburu-buru masuk ke pasar modal melalui mekanisme penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). BI meminta agar perbankan syariah tetap fokus mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan fasilitas dari induk.

Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syariah BI Edy Setiadi mengatakan, jika menyangkut persoalan permodalan, bank syariah masih dapat mengoptimalkan suntikan modal dari induk usaha, yang kebanyakan berasal dari bank umum konvensional. Alternatif lain, bank syariah dapat melakukan penjualan sukuk.

”Cari modalnya di konvensionalnya dulu, kan CAR (rasio kecukupan modal) kuat. Syariah menikmatinya saja. Nanti, baru suatu saat kalau syariah sudah mantap dan punya kekuatan di pasar,” katanya kepada wartawan akhir pekan lalu.

Edy juga mengkhawatirkan sejumlah kendala yang dihadapi bank syariah saat ini, seperti dana haji dan jika belum dapat diselesaikan, akan berdampak negatif terhadap pergerakan saham perbankan syariah di pasar modal. Terlebih sentimen negatif sangat berpengaruh terhadap harga saham perusahaan yang sudah go public.

Seperti diketahui, saat ini, terdapat dua bank syariah yang menyatakan minatnya untuk menggelar IPO.Mereka adalah Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Keduanya tertarik untuk melepas saham ke pasar modal karena membutuhkan modal besar ke depannya setelah mengalami pertumbuhan kinerja yang signifikan beberapa tahun belakangan.

Menanggapi respons BI, Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) yang juga merupakan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri mengatakan, sepanjang induk sanggup memberikan suntikan modal sebenarnya bank syariah tidak diharuskan untuk IPO. Hanya saja, kata Yuslam, pertumbuhan bank syariah itu sangat cepat sehingga menekan CAR dan pastinya dibutuhkan modal yang besar.

”Jadi tidak ada salahnya di satu waktu tertentu bank syariah itu go public.Ya kita cari waktu yang pas, memang harus IPO,” ungkapnya.

Menurut Yuslam, masingmasing bank akan berbeda waktunya.Yang jelas, lanjutnya, kalau bank tersebut sudah matang maka harus dilepas secara perlahan. Dia menambahkan, strategi IPO itu bisa macam-macam, tapi bisa juga dilakukan dengan strategic partnership.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IPO BJB Syariah Molor...
IPO BJB Syariah Molor ke 2024, Ini Penyebabnya
Melantai di Bursa, UNIQ...
Melantai di Bursa, UNIQ Masuk Daftar Saham Syariah
Ngebut Open Banking,...
Ngebut Open Banking, BRI Syariah Pakai Duit Hasil IPO
Baru Melantai di Bursa,...
Baru Melantai di Bursa, Saham Ini Sandang Predikat Syariah
Bank Net Indonesia Syariah...
Bank Net Indonesia Syariah Jaring Dana Murah di Pasar Modal
Usai IPO, Ayam Goreng...
Usai IPO, Ayam Goreng Nelongso Bakal Ekspansi Bisnis ke IKN
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
4 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
4 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
5 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
5 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved