Dongkrak DPK tabungan, BPR DIY maksimalkan undian
Selasa, 11 September 2012 - 06:00 WIB
Dongkrak DPK tabungan, BPR DIY maksimalkan undian
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di DIY terus berjuang untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), khususnya untuk produk tabungan. Agar bisa bersaing dengan bank umum, mereka terus menggeber program tabungan berhadiah.
Direktur II BPR Danagung Ramulti, Sudiatmoko mengatakan ada beberapa program tabungan berhadiah yang ditawarkan BPR Danagung Ramulti. Mulai dari Tanda Plus dengan total hadiah Rp100 juta/tahun, tabungan Tamasya (tabungan masyarakat) dengan hadiah grand prize 1 unit mobil xenia serta tabungan Tara (tabungan rakyat) dengan grand prize 1 unit mobil avanza. Selain itu masih ada tabungan Aristadana yang berhadiah uang jutaan rupiah diundi periode bulanan dan enam bulanan.
“Selain hadiah grand prize ada beberapa hadiah menarik lain, seperti sepeda motor, kulkas, televisi, dan lain sebagainya.,” tegasnya.
Danagung Ramulti, juga membidik konsumen dari kalangan pelajar melalui produk tabungan beasiswa. Mereka yang juara dikelasnya akan mendapatkan hadiah. Tabungan ini menjadi alternatif bagi konsumen dalam memilih produk kebutuhan.
Sampai dengan September ini, DPK yang berhasil dihimpun BPR Danagung Ramulti mencapai Rp117,788 miliar. Hanya saja dominasi DPK ini berasal dari deposito. Rinciannya dari tabungan mencapai Rp30,557 miliar, sementara sisanya adalah deposito. Untuk tabungan Tara sekitar Rp 15,2 miliar, tabungan Aristadana sebesar Rp 5,495 miliar, dan Tanda Plus Rp 1,988 miliar.
“Tabungan berhadiah ini menjadi bentuk penghargaan atas loyalitas dari para nasabah,” tandasnya.
Sudiatmoko menjamin tingkat keamanan dana nasabah. Karena mendapat jaminan dari LPS (lembaga penjamin simpanan). Bahkan BPR Danagung juga dilengkapi dengan fasilitas ATM. Praktis akses dana bisa dilakukan di seluruh Indonesia.
Ketua Perhimpunan BPR Indonesia (Perbarindo) DIY Teddy Alamsyah, mengatakan cukup sulit bagi BPR untuk bersaing dengan bank umum dalam mendapatkan dana tabungan di masyarakat. Bank umum banyak memiliki fitur-fitur yang sulit diikuti oleh BPR. Mulai dari layanan ATM, jaringan online antar daerah, kantor cabang yang banyak hingga program yang lebih terpadu.
“Meski begitu kita tetap berjuang agar dana tabungan bisa meningkat,” jelasnya.
Menurutnya hampir diseluruh BPR dari total DPK yang ada mayoritas didominasi dari layanan deposito. Bahkan rata-rata deposito ini prosentasenya hingga 80%. Sedangkan untuk BPR yang sukses menghimbun dana tabungan, maksimal hanya bisa sampai 35 persen. “Image kita adalah pada layanan kredit,” tandasnya.
Direktur II BPR Danagung Ramulti, Sudiatmoko mengatakan ada beberapa program tabungan berhadiah yang ditawarkan BPR Danagung Ramulti. Mulai dari Tanda Plus dengan total hadiah Rp100 juta/tahun, tabungan Tamasya (tabungan masyarakat) dengan hadiah grand prize 1 unit mobil xenia serta tabungan Tara (tabungan rakyat) dengan grand prize 1 unit mobil avanza. Selain itu masih ada tabungan Aristadana yang berhadiah uang jutaan rupiah diundi periode bulanan dan enam bulanan.
“Selain hadiah grand prize ada beberapa hadiah menarik lain, seperti sepeda motor, kulkas, televisi, dan lain sebagainya.,” tegasnya.
Danagung Ramulti, juga membidik konsumen dari kalangan pelajar melalui produk tabungan beasiswa. Mereka yang juara dikelasnya akan mendapatkan hadiah. Tabungan ini menjadi alternatif bagi konsumen dalam memilih produk kebutuhan.
Sampai dengan September ini, DPK yang berhasil dihimpun BPR Danagung Ramulti mencapai Rp117,788 miliar. Hanya saja dominasi DPK ini berasal dari deposito. Rinciannya dari tabungan mencapai Rp30,557 miliar, sementara sisanya adalah deposito. Untuk tabungan Tara sekitar Rp 15,2 miliar, tabungan Aristadana sebesar Rp 5,495 miliar, dan Tanda Plus Rp 1,988 miliar.
“Tabungan berhadiah ini menjadi bentuk penghargaan atas loyalitas dari para nasabah,” tandasnya.
Sudiatmoko menjamin tingkat keamanan dana nasabah. Karena mendapat jaminan dari LPS (lembaga penjamin simpanan). Bahkan BPR Danagung juga dilengkapi dengan fasilitas ATM. Praktis akses dana bisa dilakukan di seluruh Indonesia.
Ketua Perhimpunan BPR Indonesia (Perbarindo) DIY Teddy Alamsyah, mengatakan cukup sulit bagi BPR untuk bersaing dengan bank umum dalam mendapatkan dana tabungan di masyarakat. Bank umum banyak memiliki fitur-fitur yang sulit diikuti oleh BPR. Mulai dari layanan ATM, jaringan online antar daerah, kantor cabang yang banyak hingga program yang lebih terpadu.
“Meski begitu kita tetap berjuang agar dana tabungan bisa meningkat,” jelasnya.
Menurutnya hampir diseluruh BPR dari total DPK yang ada mayoritas didominasi dari layanan deposito. Bahkan rata-rata deposito ini prosentasenya hingga 80%. Sedangkan untuk BPR yang sukses menghimbun dana tabungan, maksimal hanya bisa sampai 35 persen. “Image kita adalah pada layanan kredit,” tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :