Krisis kedelai, Pemerintah jangan kehilangan momentum

Selasa, 11 September 2012 - 12:47 WIB
Krisis kedelai, Pemerintah...
Krisis kedelai, Pemerintah jangan kehilangan momentum
A A A
Sindonews.com - Ketua Komisi IV DPR Romahurmuziy menyatakan, tingginya harga kedelai akibat naiknya harga kedelai impor harus dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan peningkatan produksi kedelai nasional. Pemerintah harus menjawab prognosa turunnya produksi kedelai pada ARAM I/2012 dengan upsus (upaya khusus) kedelai pada MT III/2012 yg cenderung mengalami kekeringan di bbrp daerah.

"Dengan indeks pertanaman kita yang masih 1,4, masih banyak lahan kering yang bisa digarap dengan varietas kedelai unggul hasil penelitian Balitkabi," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Sekjen DPP PPP ini menjelaskan, dengan prognosa luas tanam ARAM I/2012 hanya mencapai 566.693 ha, pemerintah bisa melakukan langkah jangka menengah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas sekurangnya pada 100.000 ha pada MT III/2012, sehingga yang biasanya produktivitas 1,4 ton/ha (tph), bisa ditingkatkan mjd 2 ton/ha.

Dengan demikian terdapat tambahan produksi sebesar 2 tph x 100.000 = 200.000 ton. Memang defisit kebutuhan nasional yang diperkirakan 1,4 juta belum akan tertutupi, namun setidaknya kita on the right track untuk swasembada kedelai karena kita pernah mencapainya pada dekade 1990-an dg upsus.

"Kalau presiden menyampaikan komitmennya untuk swasembada daging sapi yang adalah konsumsi menengah ke atas dengan tambahan anggaran Rp 1 trilyun tahun 2013, tahun depan pemerintah harus bersepakat dengan DPR untuk meletakkan angka yang sama untuk kedelai yang konsumsi menengah ke bawah," jelasnya.

Romy menambahkan, dengan Rp 1 triliun, pemerintah bisa melakukan upsus untuk setidaknya 700.000 ha pada 2013, sehingga defisit kebutuhan kedelai yang mencapai 1,4 juta tahun depan dapat tertutupi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
5 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
7 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
54 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved