Tak ada opsi lain selain penambahan kuota
Kamis, 13 September 2012 - 11:44 WIB
Tak ada opsi lain selain penambahan kuota
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah sepertinya tidak punya alternatif lain untuk penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat ini. Apalagi untuk DKI Jakarta yang diketahui akan kehabisan BBM bersubsidi dengan jenis Premium di 15 September mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, secara keseluruhan kuota 40 juta Kiloliter (KL) tidak akan mencukupi hingga akhir tahun. Maka dari itu, pemerintah mengajukan penambahan kuota.
"Asumsi itu tidak tepat lagi, ada mix match di situ sehigga dari awal kita perkirakan APBNP 2012 khusus untuk kita akan terlampaui, oleh sebab itu pemerintah mengajukan tambahan kuota, tahun 2011 sudah 40 juta KL lebih kok realisasinya," ujarnya di kantornya, Kamis (13/9/2012).
Dia menjelaskan, besarnya kuota tersebut terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan perkembangan transportasi. Oleh sebab itu pengendalian kuota BBM bersubsidi tetap harus dilakukan.
"Hanya memang kita jangan sampai, tingkat pertumbuhan subsidi melampaui dari apa yang pertumbuhan yang sebenarnya, seperti penyalahgunaan. Oleh sebab itu, upaya penghematan pengendalian harus tetap dilakukan," pungkasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, secara keseluruhan kuota 40 juta Kiloliter (KL) tidak akan mencukupi hingga akhir tahun. Maka dari itu, pemerintah mengajukan penambahan kuota.
"Asumsi itu tidak tepat lagi, ada mix match di situ sehigga dari awal kita perkirakan APBNP 2012 khusus untuk kita akan terlampaui, oleh sebab itu pemerintah mengajukan tambahan kuota, tahun 2011 sudah 40 juta KL lebih kok realisasinya," ujarnya di kantornya, Kamis (13/9/2012).
Dia menjelaskan, besarnya kuota tersebut terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan perkembangan transportasi. Oleh sebab itu pengendalian kuota BBM bersubsidi tetap harus dilakukan.
"Hanya memang kita jangan sampai, tingkat pertumbuhan subsidi melampaui dari apa yang pertumbuhan yang sebenarnya, seperti penyalahgunaan. Oleh sebab itu, upaya penghematan pengendalian harus tetap dilakukan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :