BUMN tak berani IPO karena takut transparan?
Kamis, 13 September 2012 - 19:11 WIB
BUMN tak berani IPO karena takut transparan?
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memandang, masih minimnya jumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencatatkan sahamnya di papan bursa, menunjukkan masih lemahnya peran Pemerintah dalam mendukung pertumbuhan pasar modal di tanah air.
Lemahnya willingness atau keinginan dari Pemerintah untuk meng-IPO-kan BUMN-nya dinilai sebagai biang keladi terjadinya hal tersebut. Padahal, dari BUMN sendiri sudah menyatakan kesediaannya kepada bursa untuk segera IPO.
"Kalau kita bicara dengan BUMN-BUMN, mereka sudah melakukan pengajuan ke Pemerintah. Karena yang namanya milik negara ya tentu harus lewat negara kan. Nah, proses tersebut kemudian macet di Pemerintah. Jadi bisa dikatakan, pemerintah tidak mau IPO-kan BUMN," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di gedung BEI Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Pertimbangannya, lanjut Ito, bisa jadi banyak faktor. Pasalnya, untuk dapat dilakukan IPO, aktivitas perusahaan menjadi harus sangat transparan terutama dari segi permodalan dan sirkulasi keuangan. "Mungkin Pemerintah belum siap dengan keterbukaan tersebut," kata Ito.
Lebih lanjut Ito berpendapat, perlu adanya dukungan mutlak dari Pemerintah untuk mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai salah satu instrumen yang diterbitkan pasar modal, acap kali dijadikan sebagai acuan utama pertumbuhan ekonomi sebuah negara.
"Kalau memang menganggap IHSG sebagai indikasi perekonomian kita, maka perbanyaklah IPO BUMN. Apa mereka (perusahaan BUMN), takut transparan?" tutup Ito.
Lemahnya willingness atau keinginan dari Pemerintah untuk meng-IPO-kan BUMN-nya dinilai sebagai biang keladi terjadinya hal tersebut. Padahal, dari BUMN sendiri sudah menyatakan kesediaannya kepada bursa untuk segera IPO.
"Kalau kita bicara dengan BUMN-BUMN, mereka sudah melakukan pengajuan ke Pemerintah. Karena yang namanya milik negara ya tentu harus lewat negara kan. Nah, proses tersebut kemudian macet di Pemerintah. Jadi bisa dikatakan, pemerintah tidak mau IPO-kan BUMN," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di gedung BEI Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Pertimbangannya, lanjut Ito, bisa jadi banyak faktor. Pasalnya, untuk dapat dilakukan IPO, aktivitas perusahaan menjadi harus sangat transparan terutama dari segi permodalan dan sirkulasi keuangan. "Mungkin Pemerintah belum siap dengan keterbukaan tersebut," kata Ito.
Lebih lanjut Ito berpendapat, perlu adanya dukungan mutlak dari Pemerintah untuk mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai salah satu instrumen yang diterbitkan pasar modal, acap kali dijadikan sebagai acuan utama pertumbuhan ekonomi sebuah negara.
"Kalau memang menganggap IHSG sebagai indikasi perekonomian kita, maka perbanyaklah IPO BUMN. Apa mereka (perusahaan BUMN), takut transparan?" tutup Ito.
(gpr)
Lihat Juga :