Naikkan TTL, Pemerintah terapkan pasar bebas

Jum'at, 14 September 2012 - 06:59 WIB
Naikkan TTL, Pemerintah...
Naikkan TTL, Pemerintah terapkan pasar bebas
A A A
Sindonews.com - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai, pemerintah seharusnya mengembangkan potensi energi yang ada di daerah untuk menjawab kebutuhan energi yang ada. Ia mencontohkan seperti di Sumatera Utara, ada begitu banyak yang dapat dikembangkan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Namun entah mengapa hal tersebut tidak dilakukan pemerintah secara maksimal. Menurut Noorsy, sebenarnya perubahan dari TDL menjadi TTL saja, itu berarti pemerintah sedang melakukan mekanisme pasar bebas pada listrik.

Sehingga akibatnya, sangat dirasakan masyarakat kecil. Karena pengguna listrik terbesar merupakan masyrakat kelas bawah yang menggunakan meteran 450 watt dan 900 watt.

“Itu jumlahnya mencapai 47,2 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Dan mereka inilah yang sangat merasakan akibat jika TTL dinaikkan pemerintah. Kenaikan itu bagi anggaran dampaknya hanya 11,65 persen, tapi pengaruhnya sangat besar dirasakan masyarakat,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Pengamat ekonomi Hendri Saparini juga mengemukakan hal senada. Menurutnya, jika memang pemerintah ingin mengeluarkan kebijakan, harus berpegang pada dua hal. yakni harus berpegang pada kesejahteraan dan daya saing.

"Tapi sayangnya APBN kita dikelola oleh kabinet dengan sifat aman, tapi tidak ada stimulus terhadap ekonomi. Padahal, kemudian yang harus sustainable dari sebuah kebijakan harusnya masyarakat Indonesia. Jadi bukan APBN-nya,” paparnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berpotensi Bikin Tarif...
Berpotensi Bikin Tarif Listrik Naik, Pengamat: Aturan EBT Tak Adil
Siap-siap, Pemerintah...
Siap-siap, Pemerintah Bakal Ubah Skema Subsidi Listrik
Krisis Energi Mulai...
Krisis Energi Mulai Terasa di Singapura, Ini Tanda-tandanya
Dirut PLN Optimistis...
Dirut PLN Optimistis Harga Listrik PLTS Bisa Turun hingga Rp 500 per kWh
Anggaran Subsidi Energi...
Anggaran Subsidi Energi Turun di 2025, Tarif Listrik hingga BBM Naik?
Tarik Investor, Tarif...
Tarik Investor, Tarif Listrik EBT Akan Dibuat Lebih Menarik
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
46 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved